2 Jasad Korban Ditemukan, Ini Penyebab Perkelahian Berujung Pembantaian di KM Mina Sejati
Nasional

Dari 36 ABK yang berada di atas kapal, 11 orang berhasil menyelamatkan diri. Lalu 4 orang dinyatakan tewas termasuk jasad yang baru ditemukan, sedangkan 21 orang masih dinyatakan hilang termasuk ketiga pelaku pembantaian.

WowKeren - 2 jasad anak buah kapal (ABK) KM Mina Sejati yang diduga merupakan korban pembantaian ditemukan di perairan Laut Aru, Maluku, pada Senin (26/8). Kedua jasad berjenis kelamin pria tersebut ditemukan oleh tim gabungan dari Polres Kepulauan Aru bersama personel Dit Polair Polda Maluku serta Angkatan Laut Aru.

Menurut Kapolres Kepulauan Aru, AKBP Adolof Bormansa, keduanya ditemukan tak jauh dari lokasi tenggelamnya KM Mina Sejati di perairan Kepulauan Aru. Adolof menjelaskan bahwa kedua jenazah telah dibawa ke Dobo, Kepulauan Aru, dengan menggunakan KM Panambulai milik Pemda setempat. Kedua jenazah ABK tersebut tiba sekitar pukul 23.00 WIT di Pelabuhan Yos Sudarso Dobo.

Pihak kepolisian telah memastikan kedua jenazah sebagai ABK KM Mina Sejati dengan memanggil sejumlah ABK yang selamat. Para ABK lantas mengenali kedua jenazah tersebut.

"Kita panggil mereka (ABK) untuk lihat dan mereka kenali dan mereka langsung bilang oh yang ini namanya si A dan ini si B," jelas Adolof dilansir Kompas.com pada Selasa (27/8). "Jadi clear itu ABK KM Mina Sejati."

Sementara itu, pembantaian di atas KM Mina Sejati disebut ditengarai oleh perkelahian antar ABK. Perkelahian tersebut rupanya dipicu oleh masalah sepele.

Menurut Adolof, aksi pembantaian tersebut berawal kala salah seorang pelaku pembunuhan bernama Fery Dwi Lesmana dan rekannya sesama ABK tengah memancing cumi. Kala itu, tali senar kedua ABK tersebut saling kait dan menyebabkan perang mulut yang berujung perkelahian.


Melihat perkelahian tersebut, ABK lainnya yang juga tengah memancing langsung melerai. Wakil Kapten Kapal yang tidak disebutkan identitasnya kemudian memarahi kedua ABK tersebut.

"Kalian berkelahi untuk apa," ujar Adolof meniru ucapan Wakil Kapten Kapal. "Kita di sini mau cari hidup, bukan untuk berkelahi."

Wakil Kapten Kapal yang geram tersebut tidak lagi mau berbicara dengan Ferry dan rekannya yang terlibat perkelahian. Oleh karena peristiwa itu, Ferry yang merupakan pelaku pembunuhan diduga menyimpan dendam.

"Dari situ selama berhari-hari wakil kapten kapal tidak lagi bersuara dengan Ferry. Jadi persoalannya dari situ kemudian mulai timbul dendam lalu rencana itu dilakukan," jelas Adolof. "Kejadian antara Ferry dan satu ABK itu sudah terjadi beberapa waktu lalu sebelum aksi pembunuhan itu terjadi, hanya saja para ABK yang kami mintai keterangannya sudah lupa harinya kapan."

Puncaknya, Ferry dibantu oleh 2 ABK lain, yakni Nurul Huda dan Qersim Ibnu Malik, beraksi dan membunuh rekan-rekan mereka yang masih tertidur pulas. Ketiga pelaku diketahui merupakan anak, bapak, dan paman.

"Jadi puncaknya itu jam 10.00 pagi," pungkas Adolof. "Jadi malam itu mereka tidur lelap sama sekali, semua tertidur saat itu, tiba-tiba ada yang berteriak baru mereka terbangun dan berhamburan."

Dari 36 ABK yang berada di atas kapal, 11 orang berhasil menyelamatkan diri. Lalu 4 orang dinyatakan tewas termasuk jasad yang baru ditemukan, sedangkan 21 orang masih dinyatakan hilang termasuk ketiga pelaku pembantaian.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait