Tagih Janji Jokowi, Suku Anak Dalam Gelar Aksi Jalan Kaki Dari Jambi ke Jakarta
Twitter/jokowi
Nasional

Aksi jalan kaki ini rencananya akan dilakukan pada Rabu (28/8) dan diikuti oleh puluhan anggota Suku Anak Dalam serta petani. Selama di Jakarta, mereka juga akan melakukan aksi di Istana Negara.

WowKeren - Puluhan Suku Anak Dalam (SAD) serta petani yang bermukim di Kabupaten Batanghari dan Kabupaten Muaro Jambi berencana menggelar aksi jalan kaki dari Jambi ke Jakarta. Menurut koordinator lapangan, Amirudin Todak, aksi tersebut dilakukan demi menagih janji Presiden Joko Widodo dalam menyelesaikan konflik lahan antara SAD dan petani dengan PT PT Berkat Sawit Utama / PT Asiatic Persada.

"Benar kami berencana menggelar aksi jalan kaki dari Jambi menuju Jakarta untuk menghadap Presiden (Jokowi)," tutur Amirudin dilansir CNN Indonesia pada Selasa (27/8). "Meminta menagih janji percepatan penyelesaian konflik agraria."

Amirudin pun menjelaskan bahwa SAD dan petani menolak pengukuran ulang lahan perpanjangan Hak Guna Usaha milik PT Asiatic Persada. Pasalnya, pengukuran tersebut tak melibatkan tokoh SAD dan lahan PT Asiatic Persada sendiri merupakan lahan konflik.

Sampai saat ini, Amirudin mengaku belum ada mediasi antara pihaknya dengan PT Asiatic Persada. Padahal konflik tersebut bermula sejak 1986/1987.


Ia pun menduga hal ini lantaran PT Asiatic Persada tak bisa menunjukkan bukti kepemilikan lahan HGU. "Sampai ini hari tidak bisa membuktikan bahwa ini izin HGU yang sebenarnya," ujar Amirudin.

Selain itu, pihak Amirudin rupanya telah meminta agar Pemkab, DPRD, dan Badan Pertanahan Nasional Batanghari untuk mengukur lahan milik SAD seluas 3.550 hektare yang diakui oleh peta mikro. Namun, meski mantan Menteri ATR/BPN Ferry Mursyidan Baldan telah mengeluarkan instruksi untuk mengukur lahan SAD pada 2016, hal tersebut tak kunjung dilakukan.

"Sampai sekarang belum ada sama sekali penyelesaian konflik," jelas Amirudin. "Niatan baik daripada pemerintah maupun perusahaan terkait mengeluarkan hak masyarakat adat yang seluas 3.550 itu."

Oleh sebab itu, Amirudin berharap Jokowi mengembalikan hak SAD yang pernah dijanjikan. "Harapan terakhir suku anak dalam dan tokoh-tokoh masyarakat suku anak dalam hanya Presiden lah yang bisa menyelesaikan konflik ini. Karena sudah menahun dan terkesan dipelihara," pungkas Amirudin.

Sementara itu, aksi jalan kaki ini rencananya akan dilakukan pada Rabu (28/8). Selama di Jakarta, SAD dan petani akan beraksi di Istana Negara, Kementerian ATR/BPN, Kementerian Dalam Negeri, KPK, Kemenkopolhukam, Kementerian Pertanian, Kementerian LHK, Mabes Polri, dan Kejaksaan Agung.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts