Tumpahan minyak mentah dengan bau menyengat tersebut masuk ke rumah warga melalui celah-celah akibat adanya gelombang pasang air laut yang terjadi pada Rabu (28/8) malam.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 29 Agustus 2019 - 15:16 WIB
WowKeren - Masalah kebocoran minyak tumpah di perairan Kabupaten Karawang memasuki babak baru. Tumpahan minyak telah menerjang ke rumah warga melalui celah-celah. Akibatnya, sebagian rumah warga penuh oleh minyak mentah.
Kondisi tersebut dinilai sangat mengganggu mengingat minyak mentah sendiri menimbulkan bau yang tak sedap. Tak hanya itu, warga juga khawatir jika hal tersebut berdampak pada kesehatan.
"Baunya sangat menyengat," kata Darsa, warga Dusun Cemara 2, RT 3 RW 3, Desa Cemarajaya Utara, Kecamatan Cibuaya, Karawang, dilansir dari Detik, Kamis (29/8). "Saya nggak kuat, dan saya khawatir kesehatan anak saya."
Darsa menyebutkan bahwa minyak tersebut datang seiring dengan gelombang pasang yang terjadi pada Rabu (28/8) malam. Akibatnya, gelombang air yang tercemar minyak mentah naik hingga masuk ke rumah. "Minyak-minyak terbawa air dan terus masuk ke celah-celah rumah dari malam sampai pagi, sehingga dapur dan toilet penuh oleh minyak," tutur Darsa.
Darsa menuturkan bahwa tumpahan minyak yang terjadi pada Rabu malam merupakan yang terparah sejak pencemaran minyak pertama kali terjadi pada Juli lalu. Hingga Kamis siang, tumpahan minyak masih menumpuk di pantai. "Lebih tebal dari biasanya," ucapnya.
Sejumlah wilayah yang terkena imbas paling parah adalah Dusun Cemara. Akibat kejadian ini, sedikitnya 20 kepala keluarga harus mengungsi. "Kami data, sementara ada 20 keluarga yang mengungsi karena minyak memasuki rumah mereka," kata Wanusuki dari Forum Masyarakat Pesisir masih dilansir dari Detik.
Sebelumnya, Pertamina sempat menyatakan bahwa pihaknya siap bertanggung jawab terhadap warga yang terdampak insiden tersebut. Pertamina mendirikan enam posko kesehatan untuk memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat. Akibat tumpahan minyak tersebut, warga yang bertempat tinggal di pesisir Karawang (Jawa Barat) mengalami gangguan kesehatan seperti sakit kulit berupa gatal-gatal dan pusing di kepala.
"Seluruh Posko Kesehatan PHE ONWJ setiap hari rata-rata melayani sekitar 500 orang," kata VP Relations Pertamina Hulu Energi Ifki Sukarya, Kamis (15/8). "Termasuk layanan dokter keliling dari Karawang hingga Bekasi."
(wk/zodi)