Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, juga menjelaskan bahwa Polri telah melakukan komunikasi dengan Badan Intelijen Negara (BIN) hingga Kementerian Luar Negeri (Kemlu).
- Bertilia Puteri
- Senin, 02 September 2019 - 12:13 WIB
WowKeren - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) rupanya telah melakukan profiling identifikasi kelompok jaringan internasional yang diduga terlibat dalam kerusuhan di Papua dan Papua Barat. Hal ini disampaikan langsung oleh Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo.
"Sudah dilaksanakan profiling (identifikasi) terhadap kelompok tersebut," terang Dedi pada Senin (2/9). "Dan yang terlibat langsung dalam kerusuhan sudah ditangkap dan gakkum (penegakan hukum)."
Selain itu, Dedi juga menjelaskan bahwa Polri telah melakukan komunikasi dengan Badan Intelijen Negara (BIN) hingga Kementerian Luar Negeri (Kemlu) terkait dugaan keterlibatan jaringan asing dalam kerusuhan tersebut. "Sudah ada komunikasi dengan Kemlu, BIN, Bais dan Kementerian terkait isu itu," ungkap Dedi.
Sebelumnya, dugaan keterlibatan kelompok jaringan internasional tersebut disampaikan langsung oleh Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. "Ada (hubungannya). Jadi dari kelompok-kelompok ini mereka berhubungan dengan jaringan internasional," kata Tito ketika ditemui di sela Hari Jadi Ke-71 Polwan, Jakarta, Minggu (1/9).
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Mohammad Iqbal. Meski demikian, Iqbal juga menegaskan bahwa Polri siap menjamin situasi keamanan di Papua.
"Intinya enggak bisa juga kami sampaikan di sini, (tapi ada dugaan keterlibatan internasional)," tutur Iqbal. "(Yang terpenting) masyarakat jangan terpancing berbagai provokasi yang bisa menimbulkan kerusuhan. Yang sudah terjadi, jangan terulang lagi."
Di sisi lain, Presiden Joko Widodo juga sempat menduga ada oknum yang sengaja menciptakan kekeruhan lewat isu rasisme Papua ini. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebut ada penumpang gelap dalam kerusuhan tersebut.
Meski demikian, Jokowi tidak menjelaskan lebih lanjut kecurigaannya tersebut. Ia menilai bahwa yang terpenting adalah aparat keamanan dari TNI dan Polri sudah berhasil menyelesaikan persoalan yang ada di lapangan.
"Ya biasa, dalam sebuah peristiwa itu ada yang membonceng. Ada penumpang gelap, biasalah menurut saya," kata Jokowi dalam program "Satu Meja" yang ditayangkan di Kompas TV, Rabu (21/8) malam. "Kemarin sudah saya sampaikan, ini masalah ketersinggungan. Oleh sebab itu, saya sampaikan, marilah kita saling memaafkan. Karena dengan saling memaafkan itulah kita harapkan saling menghormati, saling menghargai di antara kita itu betul-betul terjadi."
(wk/Bert)