Warga negara Australia tertangkap mengikuti aksi demonstrasi yang menuntut kemerdekaan Papua. Terkait hal tersebut, Komisi I DPR RI kemudian memanggil Menteri Luar Negeri.
- Wahyu
- Selasa, 03 September 2019 - 09:05 WIB
WowKeren - Empat Warga Negara Asing (WNA) asal Australia diketahui mengikuti aksi demonstrasi tuntut kemerdekaan Papua di Sorong pada 27 Agustus 2019 lalu. Atas pelanggaran yang mereka lakukan itu, empat WNA Australia tersebut kemudian dideportasi oleh pihak imigrasi di Bandara Domine Eduard Osok di Kota Sorong, Papua Barat pada hari ini (2/9) sekitar pukul 07.00 WIT.
Atas kejadian yang melibatkan warga negara asing tersebut, Komisi I DPR RI kemudian memanggil Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi untuk meminta penjelasan terkait empat WNA Australia yang terpantau ikut aksi demonstrasi itu.
Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyari mengatakan akan memanggil Retno pada Kamis (5/9). Dia menjelaskan bahwa pihaknya akan mendengar penjelasan Retno terkait indikasi masalah yang terjadi di Papua yang sudah melibatkan dunia internasional.
Politisi PKS tersebut mengatakan bahwa jika indikasi itu benar, maka sudah terjadi campur tangan dari negara lain di Papua. Hal tersebut tentunya harus segera disikapi secara serius oleh Indonesia melalui jalur diplomasi.
Meskipun begitu, Abdul menyerahkan kepada Retno untuk memutuskan upaya diplomasi apa yang akan ditempuh jika masalah Papua ini benar-benar sudah melibatkan masyarakat internasional. Ia menegaskan bahwa WNA seharusnya tidak terlibat dalam aksi demonstrasi di Papua.
Sebelumnya, WNA Australia tersebut tidak berniat untuk datang ke Sorong. Namun, karena kapal yang mereka gunakan rusak, akhirnya mereka singgah di Sorong terlebih dulu.
"Mereka menggunakan kapal ke Raja Ampat melalui Banda Neira Maluku," terang Cun Sudirharto yang merupakan Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Imigrasi Sorong. "Namun, kapal mereka rusak sehingga mampir di Kota Sorong pada tanggal 10 Agustus 2019 dengan alasan mencari alat kapal."
Berdasarkan hasil pemeriksaan pihak imigrasi, keempat orang asing itu mengaku tidak mengetahui tujuan unjuk rasa tersebut. Mereka juga mengaku hanya diajak warga setempat yang mengatakan bahwa unjuk rasa adalah festival budaya. Sementara itu, seorang rekan mereka tidak ikut dideportasi karena tidak ikut aksi demonstrasi. Hal ini karena teman keempat WNA yang dideportasi itu tidak melihat aksi tersebut.
(wk/wahy)