Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan bahwa salah satu sopir truk yang menjadi tersangka telah meninggal dunia akibat kecelakaan.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 04 September 2019 - 13:56 WIB
WowKeren - Polres Purwakarta, Jawa Barat telah menetapkan dua dua orang tersangka kasus kecelakaan di Tol Cipularang pada Senin (2/9). Mereka adalah DH dan S yang merupakan sopir truk.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan bahwa salah satu dari tersangka tersebut, DH, telah meninggal dunia. Sedangkan S saat ini tengah menjalani penyelidikan di Polres Purwakarta. S mengalami luka-luka akibat kecelakaan tersebut hingga membuatnya harus diperban di bagian muka.
"Hari ini telah menetapkan 2 orang tersangka," kata Trunoyudo saat konferensi pers di Mapolres Purwakarta seperti dilansir dari CNN Indonesia, Rabu (4/9). "Tersangka pertama, atas nama saudara DH. pengemudi dump truck namun yang bersangkutan meninggal dunia."
Trunoyudo menuturkan bahwa dalam kejadian tersebut, S menabrak dari belakang. "Kedua, tersangka atas nama inisial S, yaitu pengemudi kendaraan B 9410 UIU yang menabrak dari belakang. Saat ini dalam proses penyidikan. Akan diproses penegakan hukum terhadap S," lanjutnya.
Trunojoyo berharap agar kecelakaan maut di tol tersebut bisa menjadi pembelajaran bagi semua pihak. Oleh sebab itu, polisi akan melakukan pengusutan kasus tersebut hingga tuntas. "Harus jadi pembelajaran bagi kita semuanya," ucap Trunoyudo.
Seperti diketahui, kecelakaan maut yang terjadi di KM 91 Tol Cipularang mengakibatkan 8 orang meninggal dunia. Tiga orang mengalami luka bakar dan 25 luka ringan. "Empat orang berhasil diidentifikasi, sedangkan untuk empat orang lagi sekarang tim DVI Mabes Polri dan Polda Jabar sedang melakukan identifikasi," jelas Trunoyudo.
Keempat korban yang belum teridentifikasi tersebut mengalami luka bakar yang serius sehingga perlu dilakukan langkah khusus untuk memastikan identitas mereka. "Empat lagi belum (teridentifikasi) karena lukanya memang luka bakar. Sehingga butuh beberapa hal seperti pembanding atau tes DNA dari keluarga," ujar Trunoyudo.
Kecelakaan tersebut disebabkan oleh tergulingnya sebuah dump truck hingga mengakibatkan kecelakaan beruntun. "Kami mendengar suara duarrr. Kami kaget dan langsung melihat apa yang terjadi," kata Aris Prasetyo (35) yang merupakan pekerja proyek penahan longsor, dilansir dari Kompas, Rabu (4/9).
(wk/zodi)