Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa harga tanah di ibu kota baru yakni 2 juta rupiah per meternya. Ketua Umum Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia pun memberikan pendapatnya terkait hal ini.
- Wahyu
- Rabu, 04 September 2019 - 14:40 WIB
WowKeren - Usai mengumumkan lokasi pasti ibu kota negara yang baru, Presiden Joko Widodo atau yang akrab dipanggil Jokowi menawarkan lahan di ibu kota baru kepada masyarakat. Jokowi memperkirakan harga tanah yang bisa dibeli oleh masyarakat adalah Rp 2 juta per meter.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Bernardus Djonoputro mengatakan bahwa pemerintah harus menyiapkan berbagai hal untuk mematok harga pasti tanah ibu kota baru itu. Selain itu, ia juga menyarankan pemerintah untuk adil dan tidak spekulatif saat memasarkan tanah ibu kota baru itu.
"Harus ada benchmark-nya, kalau menentukan dan menyesuaikan harga itu kan harus disesuaikan dengan undang undang," tutur Bernandus. "Kalau lahan telah bebas, maka pemerintah baru dapat menyusun harga lahan sesuai dengan kebutuhan swasta, tetapi harus dengan adil di pasar dan tidak spekulatif."
Selain itu, Bernardus juga mengatakan bahwa seharusnya sebelum menjanjikan tanah ibu kota baru kepada masyarakat, pemerintah harus memastikan terlebih dulu lokasi pasti lahan tersebut. Hingga saat ini menurutnya pemerintah masih dalam tahap studi untuk memilih lokasi spesifik yang tepat.
"Kan saat ini lokasinya masih belum benar-benar jelas," ujar Bernandus saat diwawancarai wartawan yang dilansir oleh Tempo pada Senin (4/9). "Baru disebutkan di sebagian kecamatan dan belum ditentukan spesifiknya."
Sebelumnya, Jokowi mengatakan bahwa lahan yang disediakan untuk dijual ke masyarakat umum seluas 30.000 hektare dari total lahan yang dipatok untuk ibu kota, yakni 180.000 hektare.
Hasil penjualan tanah kepada masyarakat tersebut diharapkan dapat menutupi kebutuhan anggaran pembangunan ibu kota baru sebesar Rp 466 triliun. Bahkan jika rencana tersebut terlaksana, sumber pembiayaan melalui APBN dapat dimungkinkan tidak diperlukan lagi. Presiden yang sudah menjabat selama dua periode ini amat yakin jika masyarakat tertarik untuk bermukim dan membeli tanah di ibu kota baru.
"Misalnya kita jual Rp 2 juta per meter saja harganya, kita sudah bisa dapat Rp 600 triliun," ujar Jokowi yang dilansir oleh Kompas pada Selasa (3/9). "Ini ibu kota negara lho. Siapa yang tidak mau membeli tanah seharga begitu? Mungkin tiga hari (baru dibuka), sudah habis."
(wk/wahy)