Ajak Masyarakat Gagalkan Pelantikan Jokowi, Aktivis Sri Bintang Dipolisikan
Nasional

Dalam video yang diunggah di kanal Youtube, Sri Bintang Pamungkas mengajak rakyat Indonesia untuk menggagalkan pelantikan presiden dan wakil presiden Oktober nanti.

WowKeren - Persaudaraan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) melaporkan aktivis Sri Bintang Pamungkas ke Polda Metro Jaya pada Rabu (4/9). Sri Bintang dianggap telah menyampaikan ajakan untuk menggagalkan pelantikan presiden dan wakil presiden pada Oktober nanti.

"PITI keberatan atas pernyataan video yang beredar di Youtube," kata Ketua Umum PITI Ipong Hembing Putra di Polda Metro Jaya, Rabu (4/9). "Di mana bahwa Sri Bintang Pamungkas mengajak rakyat Indonesia untuk menggagalkan pelantikan presiden dan wakil presiden Jokowi-(Ma'ruf Amin) pada tanggal 20 Oktober 2019."


Ipong menilai bahwa pernyataan Sri Bintang merugikan. Menurutnya, apa yang disampaikan oleh aktivis tersebut dianggap mampu menghasut masyarakat untuk menggagalkan proses pelantikan tersebut. "Saya anggap itu menghasut dan memprovokasi rakyat Indonesia maksud dan tujuannya apa," lanjut Ipong.

Dalam pelaporannya itu, Ipong juga menyertakan flashdisk yang berisi barang bukti berupa video Youtube. "Saya memberikan flashdisk berisi video yang beliau mengajak, menghasut rakyat untuk menggagalkan pelantikan presiden dan wakil presiden Indonesia terpilih secara sah dalam pemilu," tutur Ipong.

Adapun Pasal yang dilaporkan yakni Pasal 28 ayat 2 junto Pasal 45 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Pasal 160 KUHP. Laporan tersebut terdaftar dengan nomor LP TBL/5572/IX/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus dengan terlapor bernama Ipong Wijaya Kusuma dan terlapor Sri Bintang Pamungkas.

Dalam video yang diunggah di Youtube dengan judul "Heboh!!! Kekacauan di Papua, Sri Bintang Pamungkas: Jokowi Patut Dijatuhkan", aktivis tersebut menilai bahwa Jokowi telah melakukan tindakan makar terhadap Republik Indonesia. Oleh sebab itu, ia menyerukan agar Jokowi mundur sebelum dilantik pada 20 Oktober mendatang.

"Jadi saya kira apa yang anda sampaikan bahwa tidak ada cara lain, tidak ada cara lain kecuali Jokowi harus mundur dan kalau sampai terlambat, jangan tunggu tanggal 20," kata Sri Bintang dalam cuplikan video tersebut. "Sekarang-sekarang harus ada persiapan untuk menjatuhkan Jokowi karena apa, karena dia telah melakukan tindakan makar terhadap republik ini."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts