Situasi keamanan yang masih rapuh, Menkopolhukam Wiranto menyatakan jika Warga Negara Asing (WNA) masih bisa menuju ke Papua selama memenuhi syarat dan kepentingan khusus.
- Wahyu
- Kamis, 05 September 2019 - 09:48 WIB
WowKeren - Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto menjelaskan lebih lanjut mengenai pembatasan akses masuk ke wilayah Papua dan Papua Barat bagi Warga Negara Asing (WNA). Wiranto menjelaskan jika hanya WNA yang memiliki syarat dan kepentingan khusus yang akan diijinkan untuk masuk ke wilayah Papua dan Papua Barat.
Sebelumnya, Wiranto memberi kebijakan dengan melakukan pembatasan akses bagi WNA untuk masuk ke wilayah Papua dan Papua Barat. Hal ini dinilainya sebagai langkah keamanan untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan seperti terbunuhnya WNA di wilayah Papua mengingat situasi yang masih mencekam.
Kali ini Wiranto menjelaskan lebih lanjut jika ia juga tidak ingin ada pihak asing yang ikut memanfaatkan situasi di Papua dan Papua Barat. Pemerintah sebelumnya mengatakan adanya keterlibatan pihak asing dalam memprovokasi dan menyebarkan berita-berita kebohongan terkait isu Papua. Atas dasar ini, Wiranto lantas mulai menyaring WNA yang hendak menuju wilayah Papua agar tidak disalahgunakan untuk kepentingan pihak asing.
"Artinya yang masuk ke sana (Papua-Papua Barat) dengan syarat-syarat tertentu melalui suatu persyaratan dan screening, tidak bebas," jelas Wiranto saat ditemui di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta pada Rabu (4/9). "Semua itu kan ada kepentingannya. Sekarang saya tanya, apakah anda bisa membedakan ini wisatawan atau tukang ngompor? Bisa tidak membedakan? Gak bisa kan? Makanya supaya nanti tidak ada anasir-anasir asing yang nimbrung ke sana maka ada pembatasan, bukan pelarangan ya."
Wiranto juga menjelaskan jika pihaknya memang telah menemukan sejumlah bukti terkait adanya keterlibatan pihak asing yang ikut memprovokasi warga Papua sehingga semakin membuat suasana semakin memanas. Ia juga berjanji akan segera membuka akses kembali bagi WNA yang ingin berlibur ke wilayah Papua segera setelah situasi disana menjadi kondusif.
"Jadi memang ada, bukan dugaan. Ada buktinya ada satu kegiatan yang memang benar-benar, yang memang kegiatan dari luar ya," lanjut Wiranto. "Nanti kalau sudah kondusif, sudah damai itu malah kami suruh masuk 'Ayo kita ke Raja Ampat sana' devisa masuk, bisa ngeliat langsung."
(wk/wahy)