Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla mengaku sedang ikut untuk mencari solusi permasalahan terkait nasib para pencari suaka yang masih berada di Kalideres, Jakarta Barat.
- Wahyu
- Kamis, 05 September 2019 - 10:38 WIB
WowKeren - Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla sedang berusaha untuk ikut mencarikan solusi bagi permasalahan pencari suaka yang hingga saat ini masih ada yang tinggal di bekas Markas Kodim Kalideres, Jakarta Barat. Jusuf Kalla telah memerintahkan Menteri Sosial Agus Gumiwang untuk mencarikan tempat yang lebih layak dan manusiawi bagi para pengungsi.
Sebelumnya, nasib para pencari suaka ini masih menggantung tidak jelas setelah pemerintah DKI Jakarta mulai memberhentikan pasokan logistik makanan dan bantuan lainnya seperti air dan listrik bagi pengungsi yang masih tinggal di Kalideres. Jusuf Kalla lantas meminta seluruh pihak yang bersangkutan untuk segera turun tangan mencarikan solusi permasalahan ini seperti Menteri Sosial, Gubernur DKI Jakarta dan badan kemanusiaan PBB United Nations High Commissioner for Refugeest (UNHCR).
"Saya sudah bicara dengan (Gubernur DKI) Anies kemarin. Kemudian saya meminta Menteri Sosial mencari fasilitas soal tempat yang lebih manusiawi dan lebih baik," jelas Wapres Jusuf Kalla di kantor Wakil Presiden, Jakarta pada Rabu (4/9). "Kemudian kerja sama dengan UNHCR. Kita akan carikan solusinya."
Wapres Jusuf Kalla menyebutkan jika para pengungsi tersebut banyak yang berasal dari negara yang memiliki iklim dingin sehingga ia menilai jika tempat pengungsian yang sekarang ditempati sangat tidak layak karena suhu udara sangat panas. Ia menargetkan satu sampai dua hari ke depan pemerintah sudah bisa mencari solusi terbaik dengan menyediakan tempat yang layak bagi para pencari suaka ini.
"Ya mencari tempat lain, karena mereka itu umumnya berasal dari daerah dingin, enggak kuat tinggal di daerah panas seperti itu. Di Afganistan, dari Iran dari mana lagi? Somalia," kata Jusuf Kalla. "Jadi ya pemerintah akan mencari solusi yang baik satu, dua hari ini."
Pencari suaka ini diketahui harus segera meninggalkan gedung bekas markas Kodim di Kalideres, Jakarta Barat setelah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai memberhentikan bantuan sejak Sabtu (31/8). Tercatat sudah ada sekitar 400 pengungsi yang diarahkan untuk pindah ke Bilangan Tebet, Jakarta Selatan sejak seminggu lalu.
Sebelumnya Gubernur DKI Anies Baswedan menyatakan jika nasib para pencari suaka tersebut menunggu keputusan dari pemerintah pusat. Ia menuturkan jika Pemrov DKI Jakarta hanya bisa membantu para pengungsi atas nama kemanusiaan secara terbatas dan selebihnya itu merupakan tanggung jawab dari badan kemanusiaan PBB UNHCR.
"Saya koordinasi dengan pemerintah pusat, mereka juga sedang mencari tempat baru. Kita tunggu," kata Anies Baswedan pada Selasa (3/9). "Karena sisi kami, yang bisa kita lakukan adalah aspek kemanusiaan. Tetapi kalau solusi terhadap mereka sendiri itu di luar kewenangan kita."
(wk/wahy)