Dugaan soal adanya aktor intelektual di balik kerusuhan Papua dan Papua Barat memang sudah sering disampaikan. Namun kali ini Kapolri tegas menyebut pihak-pihak yang merancang kerusuhan.
- Elvariza Opita
- Kamis, 05 September 2019 - 13:24 WIB
WowKeren - Penyelidikan terus dilakukan aparat berwajib untuk mengusut insiden rasisme yang berujung pada kerusuhan di Papua dan Papua Barat. Salah satu yang terbaru, Polda Jawa Timur telah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus pengepungan asrama mahasiswa Papua pada 16 Agustus 2019 lalu.
Kali ini Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian ikut angkat bicara. Dalam pernyataan terbarunya, mantan Kapolda Papua itu membeberkan aktor-aktor yang berada di balik kerusuhan.
Menurutnya ada aktor lokal dan dari luar Indonesia yang mendalangi kerusuhan ini. Untuk aktor lokalnya, jelas Tito, ada dua organisasi yang disebut mendalangi kerusuhan.
Keduanya adalah ULMWP (United Liberation Movement for West Papua) dan KNPB (Komite Nasional Papua Barat). Kedua organisasi itu memang memperjuangkan hak kemedekaan atas Papua.
"Saya sudah turunkan tim dari Mabes Polri, propam kerja sama dengan Komnas HAM agar dapat keterangan betul-betul tentang peristiwa yang terjadi," kata Tito dalam konferensi pers di RS Bhayangkara, Abepura, Papua, Kamis (5/9). "Saya minta masyarakat jangan terpengaruh isu-isu versi yang dikemas oleh berbagai pihak dalam rangka membuat Papua lebih kisruh, memanaskan yang lain, provokasi yang lain."
Kedua kelompok itu, jelas Tito, juga mempengaruhi pergerakan Aliansi Mahasiswa Papua. Seperti diketahui, sejumlah unjuk rasa digelar oleh mahasiswa Papua di Jawa. Oleh karena itu, Tito memastikan akan menindak tegas para perancang kerusuhan ini.
"Saya sudah dapat beberapa data, KNPB main, ULMWP main, saya tahu rangkaiannya ke mana," ujarnya, dilansir Detik News. "Termasuk ke gerakan AMP, teman-teman Aliansi Mahasiswa Papua digerakkan mereka."
Sementara itu, untuk aktor dari luar Indonesia, Tito mantap menyebut Benny Wenda. "Kita ngerti semua di sini, teman-teman wartawan Papua paham, Benny Wenda (yang) main, tujuannya itu. Nggak ada yang lain. Titik," tegasnya.
"Apapun yang terjadi di Papua itu didesain kelompok di sini, itu akan saya kejar. Kita tahu nama-namanya dan kita tegakkan hukum pada mereka," pungkasnya. "Kita tahu ini akan terus terjadi kalau kita nggak gerak tegas. Keras tegakkan hukum ke mereka."
(wk/elva)