Tanggapan Santai Sri Bintang Usai Dipolisikan Karena Ajak Masyarakat Gagalkan Pelantikan Jokowi
Nasional

Aktivis Sri Bintang menegaskan bahwa ucapannya yang dipersoalkan oleh PITI tersebut merupakan sebuah pendapat yang sah dikemukakan dan telah dijamin oleh Undang-Undang.

WowKeren - Aktivis Sri Bintang Pamungkas dipolisikan oleh Persaudaraan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) pada Rabu (4/9). Pasalnya, Sri Bintang dinilai telah menyampaikan ajakan untuk menggagalkan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden pada Oktober nanti.

Laporan tersebut rupanya ditanggapi santai oleh Sri Bintang. "Intinya biarin aja dia (PITI) ngelapor, tenang-tenang ajalah," ujar Sri Bintang dilansir detikcom pada Kamis (5/9).


Sri Bintang bahkan mengaku tak ingat persis ucapan apa yang disampaikannya hingga PITI melaporkannya ke polisi. Meski demikian, Sri Bintang menegaskan bahwa ucapannya tersebut merupakan sebuah pendapat yang sah dikemukakan dan telah dijamin oleh Undang-Undang.

"Undang-Undang Dasar ada Pasal 28 tentang pernyataan pendapat, nah ini pendapat ini," terang Sri Bintang. "Saya tidak bawa peralatan untuk menjatuhkan, saya hanya bicara menyuarakan pendapat itu ada konstitusinya."

Terkait dengan laporan PITI, Sri Bintang menilai pihak kepolisian seharusnya justru menolak. Karena ia menilai polisi seharusnya paham pernyataannya hanya merupakan pendapat pribadi semata.

"Mestinya polisi ngerti apa pikiran saya," ujar Sri Bintang. "Mestinya polisi enggak harus terima laporan atau paling tidak perlu berlanjut laporannya, selesai."

Sri Bintang lantas mengaku dirinya merasa heran dengan laporan tersebut. Pasalnya, ia menilai sebuah penolakan yang disampaikannya itu bukan untuk menjatuhkan Presiden Joko Widodo.

"Menolak Jokowi atau siapapun jadi Presiden bukan tindakan kriminal, itu pendapat," tegas Sri Bintang. "Kalau orang enggak setuju ya boleh aja menentang pendapat itu."

Diketahui, dalam video yang dijadikan PITI sebagai barang bukti, Sri Bintang menilai bahwa Jokowi telah melakukan tindakan makar terhadap Republik Indonesia. Oleh sebab itu, ia menyerukan agar Jokowi mundur sebelum dilantik pada 20 Oktober mendatang.

"Jadi saya kira apa yang anda sampaikan bahwa tidak ada cara lain, tidak ada cara lain kecuali Jokowi harus mundur dan kalau sampai terlambat, jangan tunggu tanggal 20," kata Sri Bintang dalam cuplikan video tersebut. "Sekarang-sekarang harus ada persiapan untuk menjatuhkan Jokowi karena apa, karena dia telah melakukan tindakan makar terhadap republik ini."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts