Dirut Sriwijaya Air yang Merupakan Orang Garuda Indonesia Diberhentikan
Nasional

Para pemegang saham PT Sriwijaya Air mencopot Direktur Utama Joseph Andriaan Saul, Direktur Sumber Daya Manusia dan Layanan Harkandri M. Dahler, serta Direktur Komersial Joseph K. Tendean.

WowKeren - Dewan Komisaris PT Sriwijaya Air resmi mencopot 3 direksi perusahaan, termasuk direktur utama, Joseph Andriaan Saul. Keputusan tersebut diambil melalui rapat dewan komisaris dan direksi pada Senin (9/9).

Selain Joseph, Direktur Sumber Daya Manusia dan Layanan Harkandri M. Dahler, serta Direktur Komersial Joseph K. Tendean juga digeser oleh para pemegang saham. Ketiga orang yang dicopot ini merupakan direksi yang diambil dari pejabat di Garuda Indonesia.

"Iya betul, orang Garuda," ungkap VP Corporate Secretary Garuda Indonesia, M Ikhsan Rosan, dilansir detikcom pada Selasa (10/9). Sementara itu, Dewan Komisaris PT Sriwijaya Air juga telah mengangkat pelaksana tugas (Plt) untuk menggantikan para orang Garuda yang baru saja dicopot.

"Keputusan Dewan Komisaris PT Sriwijaya Air mengangkat Bapak Anthony Raimond Tampubolon selaku Plt Direktur Utama, Plt Direktur of Human Capital and Service dan Plt Director of Commercial," demikian kutipan surat pemberitahuan yang diterbitkan oleh Sriwijaya Air. Dalam surat tersebut juga diumumkan bahwa Anthony Raimond memberi kuasa kepada Robert D Waloni sebagai Plt harian Direktur Utama, dan menunjuk Rifai sebagai Plt harian Direktur Komersial.


Diketahui, Garuda Indonesia menjalin kerja sama dalam bentuk Kerja Sama Operasi (KSO) pada November 2018 lalu. Dengan adanya kerja sama ini, beberapa kegiatan operasional penerbangan Sriwijaya Air pun dikelola oleh sejumlah anak usaha Garuda.

Sementara itu, dilansir CNN Indonesia, anak usaha Garuda Indonesia yakni PT Citilink Indonesia tak terima dengan keputusan pencopotan tersebut. Direktur Utama Citilink Indonesia menilai bahwa pihak komisaris Sriwijaya Air seharusnya berkoordinasi dengan manajemen.

Sesuai dengan arahan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), manajemen akan meminta penjelasan dari perwakilan sahan Sriwijaya. "Rapat penjelasan rencananya juga akan dihadiri oleh perwakilan dari BNI, Pertamina, dan GMF," terang Dirut Citilink, Juliandra Nurtjahjo.

Di sisi lain, pengambilalihan berskema kerja sama operasi antara Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air ini pernah menimbulkan polemik. Pasalnya, Direktur Utama PT Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra alias Ari Ashkara, sempat terlibat dalam kasus rangkap jabatan karena juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT Sriwijaya Air.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts