Kapolda Sebut Sudah 700 Mahasiswa Yang Kembali Ke Papua
Nasional
Demo Rasisme Papua

Terkait konflik kerusuhan yang telah terjadi, Kapolda menyebutkan sebanyak 700 mahasiswa Papua yang merantau di penjuru Indonesia telah kembali pulang ke Jayapura.

WowKeren - Konflik kerusuhan di Papua dan Papua Barat yang dipicu oleh kejadian di Asrama Mahasiswa Papua Surabaya telah membuat Majelis Rakyat Papua (MRP) diberitakan sempat mengeluarkan maklumat MRP Nomor 5/MRP/2019. Maklumat tersebut berupa seruan kepada mahasiswa Papua yang tidak merasa nyaman dan tidak ada perlindungan untuk kembali pulang ke kampung halaman.

Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Inspektur Jenderal Rudolf Alberth Rodja sendiri saat ini mengatakan jika 700 mahasiswa asal Papua yang berkuliah di sejumlah perguruan tinggi di Indonesia telah kembali ke Jayapura. Banyaknya mahasiswa asal Papua yang kembali ke kampung halamannya ini didasari oleh masalah keamanan.

Rudolf menjelaskan jika mahasiswa yang pulang ke Papua tersebut kebanyakan didominasi dari yang berkuliah di Manado. Rudolf menuturkan jika sejumlah mahasiswa tersebut merasa tidak aman berada di luar Papua dengan situasi yang telah terjadi serta beberapa juga mengaku ada yang disuruh beberapa kelompok untuk kembali ke Papua.


"Sekitar 700 mahasiswa yang sudah pulang itu terbanyak yang kuliah di Manado," kata Rudolf saat ditemui di Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) di Jayapura pada Senin (9/9). "Ya ada (sebagian) merasa tidak aman, kemudian disuruh oleh kelompok-kelompok untuk kembali, kemudian membaca di media sosial bahwa mereka akan kuliah di universitas di tanah Papua. Tapi adik-adik kita ini harus berpikir rasional."

Lebih lanjut Rudolf Alberth Rodja juga tidak ingin jika mahasiswa Papua tersebut menjadi korban dari kepentingan-kepentingan suatu kelompok yang tidak menginginkan keberadaan mereka di luar Papua. Kapolri Jenderal Tito Karnavian pun sudah berpesan padanya jika pihaknya telah menjamin seluruh keamanan mahasiswa asal Papua yang berada di berbagai wilayah Indonesia.

"Jangan sampai adik-adik kita ini menjadi korban dari kepentingan-kepentingan elit-elit atau kelompok-kelompok. Ini yang harus kita cegah karena anak-anak ini adalah aset-aset bangsa yang perlu kita perhatikan masa depannya," kata Rudolf. "Kapolri sudah menyampaikan, seluruh Polda akan menjamin keamanan dan rasa aman adik-adik mahasiswa kita dimana pun mereka kuliah di luar tanah Papua dan itu jaminan dari kita."

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts