PDAM Surya Sembada melakukan pergeseran pipa di Jalan Yos Sudarso pada Jumat (6/9) yang diestimasi selesai Sabtu (7/9). Sayangnya terjadi kendala sehingga molor, Pemkot Surabaya akan menindaklanjuti keluhan 60 warga terkait air mampet. ini.
- Wahyu
- Selasa, 10 September 2019 - 15:58 WIB
WowKeren - Pemerintah Kota Surabaya akan segera menindaklanjuti keluhan warga tentang air PDAM yang belum mengalir sejak Jumat (6/9) akibat proyek penggeseran utilitas pipa PDAM berdiameter 800 mm di Jalan Yos Sudarso. Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Muhammad Fikser menyebutkan jika pihaknya belum mengetahui secara detail terkait kendala yang dihadapi PDAM terkait pengerjaan sambungan pipa yang seharusnya selesai pada Sabtu (7/9).
Pemkot pun akan berkoordinasi dengan PDAM untuk mencari solusi agar warga segera mendapatkan air bersih. "Kami mohon waktu, pagi ini langsung kita tindaklanjuti ke teman-teman PDAM. Selain warga, tempat tinggal kami pun terdampak, jadi keluhan hampir merata. Kami sendiri tidak tahu jaringan utilitas atau katup mana yang ditutup, yang berhak menjelaskan PDAM," kata Fikser.
Sebelum proyek penggeseran utilitas pipa ini dilakukan, Pemkot Surabaya dan PDAM telah melakukan simulasi dan kajian beberapa kali. Namun karena ada kendala yang terjadi yang berujung molornya pengerjaan diluar dari perkiraan.
Terkait dengan objek vital yang juga terdampak seperti rumah sakit, pihak Pemkot mengaku akan memprioritaskannya dengan mensuplai air melalui mobil tangki. Fikser yang mewakili Pemkot Surabaya meminta maaf kepada warga Surabaya yang terdampak pengerjaan proyek ini.
"Kami memohon maaf. Kami mengikuti perkembangan dan keluhan-keluhan warga di medsos, dan berkomunikasi dengan teman-teman PDAM. Ini akan jadi perhatian Pemkot atas pelayanan air bersih kepada warga Surabaya," tambahnya.
Sebelumnya, PDAM Surya Sembada melakukan pergeseran pipa di Jalan Yos Sudarso, terkait pengerjaan basemen alun-alun Surabaya. Dari estimasi awal selesai Sabtu (7/9) pukul 15.30 WIB, namun hingga kini Selasa (10/9) masih belum selesai karena terkendala secara teknis.
Akibat molornya pengerjaan ini, 60 ribu pelanggan PDAM terkena dampak dari mampetnya air tersebut. Berdasarkan data PDAM Surya Sembada, 60 ribu pelanggan yang terdampak berada di kawasan Gubeng, Ngagel Bilka, Jalan Raya Darmo, Basuki Rahmat, Yos Sudarso, Jalan Sedap Malam, Nias, Ambengan, Undaan, Pasar Atom, Pegirian, Wonosari, Wonokusumo, dan Ujung.
Warga yang tidak memiliki lagi pasokan air setelah menyimpan persediaan selama dua hari mulai kelimpungan. Bahkan tak sedikit warga yang mengaku tidak mandi dan kesulitan beraktivitas karena pasokan air yang berkurang.
(wk/wahy)