Soal PHK Massal Bukalapak, Pengamat Sebut Baik Untuk Jadi Decacorn
Nasional

Baru-baru ini Bukalapak membenarkan isu pemutusan hubungan karyawan secara massal. Menurut pengamat keputusan tersebut adalah cara yang tepat jika startup unicorn itu ingin menjadi decacorn.

WowKeren - Baru-baru ini salah satu startup unicorn Indonesia, Bukalapak diisukan melakukan pemutusan hubungan kerja besar-besaran (PHK Massal). Tak main-main, marketplace yang didirikan oleh Achmad Zacky itu disebut memutuskan hubungan kerja dengan ratusan karyawan.

Melihat fenomena tersebut pengamat sekaligus akdemisi dari Universitas Indonesia, Fithria Faisal Hastiadi menilai jika aksi PHK massal yang dilakukan Bukalapak ini sebagai langkah baik untuk mengejar status decacorn. Pemangkasan karyawan yang dilakukan demi mengejar efisiensi perusahaan untuk mencapai valuasi USD 10 miliar.


Menurut Fithria aksi PHK massal ini dapat mempercepat perkembangan perusahaan. Hal ini biasa dilakukan untuk memangkas beban yang ada di perusahaan.

"Mungkin ini bagian dari strategi mengejar status yang lebih tinggi, decacorn misalnya," ujar Fithria dilansir CNNIndonesia, Selasa (10/9). "Mungkin ada masukan dari investor bahwa Bukalapak telah gemuk sehingga perlu lakukan efisiensi untuk lebih cepat pertumbuhannya."

Aksi pemangkasan karyawan yang dianggap kurang produktif dilakukan sesuai dengan perhitungan perusahaan. Pasalnya, Bukalapak tentu mengeluarkan anggaran yang tak sedikit untuk memberikan pesangon untuk karyawan-karyawan yang terkena PHK.

"Dengan PHK ini Bukalapak juga mengeluarkan ongkos lumayan untuk membayar kompensasi seharusnya ongkosnya lumayan, mereka harus bayar kompensasi dan lain lain. Saya kira Bukalapak sudah perhitungkan," ucapnya.

Isu kelebihan karyawan yang dialami Bukalapak sebenarnya telah telah tercium sejak lama. Fithria kemudian menambahkan jika Bukalapak akan memfokuskan karyawan ke divisi-divisi yang dianggap akan mendorong perkembangan bisnis perusahaan.

"Saya melihat isunya memang overload karyawan, kita lihat dalam beberapa tahun terakhir rekrutmen Bukalapak memang sudah cukup intensif sehingga overload organisasi," jelas Ekonom Universitas Indonesia itu.

Sebelumnya, Bukalapak dikabarkan tengah melakukan pemangkasan karyawan besar-besaran dengan alasan efisiensi perusahaan. Namun, isu tersebut nyatanya dibenarkan oleh Head of Corporate Communication Bukalapak, Intan Wibisono.

"Bukalapak sudah tumbuh sebesar dan secepat ini dalam kurun waktu singkat," katanya, dilansir CNN Indonesia, Selasa (10/9). "Di skala perusahaan seperti ini tentunya kami perlu menata diri dan mulai beroperasi layaknya perusahaan yang sudah dewasa, atau bisa kami sebut sebagai a grown up company."

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts