Terdapat dua video yang diduga direkam oleh wartawan yang sama. Dalam video tersebut terlihat bagaimana represifnya sikap aparat terhadap wartawan dan demonstran.
- Elvariza Opita
- Rabu, 25 September 2019 - 10:22 WIB
WowKeren - Diketahui aparat gabungan TNI dan Polri diterjunkan untuk mengamankan jalannya demonstrasi mahasiswa pada Selasa (24/9). Namun rupanya sejumlah kejadian tak menyenangkan terjadi selama proses pengamanan tersebut. Pasalnya beberapa aparat keamanan tertangkap kamera memperlakukan demonstran dengan kurang baik.
Seperti yang diunggah oleh akun Twitter @roythaniago berikut ini. Dalam videonya terlihat seorang demonstran yang didorong-dorong oleh aparat kepolisian.
Kejadian itu lantas direkam oleh seorang wartawan. Sayangnya kegiatan merekamnya itu mendapat respons negatif dari kepolisian. Seorang aparat secara tegas meminta wartawan tersebut untuk menghentikan rekamannya.
"Eh ini apa, video-videoin?!" seru seorang aparat yang langsung dijawab jujur oleh wartawan tersebut. "Tutup! Tutup! Mana lihat (kartu pers)?! Ya kalau lagi begini maksudnya apa?! Nggak usah diviralkan!"
Larangan sang polisi pun menuai amarah dari perekam video tersebut. Ia pun mencoba berdebat, namun polisi itu tetap melarang wartawan merekam. Bahkan polisi itu tampak tak peduli walau larangannya merupakan bentuk pelanggaran UU Pers.
Hal serupa juga terjadi pada rekaman yang diunggah oleh @tribunkultur_. Melihat kemiripan latar tempat dan suara, banyak warganet mengasumsikan video ini direkam oleh wartawan yang sama.
Dalam video tersebut terlihat sejumlah aparat kepolisian mengeroyok demonstran. Perekam video tampak berusaha melerai, namun teriakannya tak diindahkan oleh polisi yang bak kesetanan itu. Sekilas upaya wartawan untuk merekam kejadian itu pun turut dimentahkan oleh seorang pria tak dikenal.
Video-video ini pun menuai kecaman warganet. Beberapa jam berlalu sejak diunggah, video itu sudah mendapat ribuan likes dan telah dicuitkan ulang oleh ribuan warganet lain. Beragam ekspresi kemarahan pun warganet tunjukkan lewat komentar-komentar mereka, seperti berikut ini.
"Kenapa harus diviralkannnn?????!!?,,, ya biar tau dong lu pada gmn ke mahasiswa, dimedia bertingkah seakan akan paling tersakiti berjuang menjaga kesatuan, dibelakang mah gebukin ae smwnya rame-rame," sindir @eve*****ve, geram lantaran sang polisi enggan perbuatannya direkam media yang resmi bertugas. "Kan u pd jg yg nangkepin masa u pd yg dipenjara hehe."
"@DivHumas_Polri @DlVHUMASPOLRI Masih pantes dibilang melindungi rakyat? tolong pikirkan tindakan aparat2 ini apakah pantas?" cuit @25****ry. "Yang aparat hakimi itu manusia! kalo dia salah, ada jalan lain yang bisa dilakukan karena kita negara hukum. hewan aja gak pantes disiksa, apalagi manusia!!"
(wk/elva)