Baru-baru ini beredar poster yang mengajak agar siswa SMA/SMK Sidoarjo untuk turut serta dalam aksi demo #SurabayaMenggugat. Namun, Polisi dan Dinas Pendidikan Sidoarjo telah memastikan jika itu hanya hoaks.
- Wahyu
- Kamis, 26 September 2019 - 11:17 WIB
WowKeren - Aksi demo mahasiswa #SurabayaMenggugat yang dilaksanakan sejak kemarin, Rabu (25/9) menggugah gairah mahasiswa serta pelajar lainnya. Aksi tersebut digelar demi menolak UU KPK, RUU KUHP, dan sejumlah RUU bermasalah lainnya.
Namun, baru-baru ini viral tentang pengumuman yang berisi ajakan agar pelajar SMA/SMK asal Sidoarjo untuk ikut serta berpartisipasi dalam demo tersebut. Namun, menurut keterangan dari polisi poster yang beredar dan sempat viral itu hanya hoaks atau berita bohong.
Dalam poster pengumuman tersebut, para pelajar diajak bergabung dengan Gerakan Pelajar Sidoarjo (GPS). "Kosongkan sekolah kita belajar di luar. #tolakRUUKUHP. Titik kumpul di Gor Sidoarjo menuju Tugu Pahlawan Surabaya," berikut isi pengumuman tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, menyebutkan jika ajakan yang beredar di media sosial itu hoaks. Hal ini diketahui setelah pihaknya telah melakukan pengecekan di sejumlah sekolah. "Ajakan yang beredar di media sosial itu adalah hoaks," kata Zain dilansir Detikcom.
Zain menambahkan jika pihaknya telah melakukan pengecekan dan memeri imbauan melalui sekolah-sekolahan yang ada di Sidoarjo. Pihak sekolah juga sudah menghubungi semua wali murid dan menyampaikan bahwa ajakan yang beredar itu tidak benar.
"Saat ini semua sekolah yang ada di Sidoarjo telah menyikapi edarkan tersebut. Dan melarang semua siswanya melakukan kegiatan itu karena para siswa belum cukup umur," tambah Zain.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo, Asrofi menilai jika keterlibatan para pelajar dalam aksi demonstrasi disebut mencoreng dunia pendidikan. Tak hanya itu, demo bagi pelajar hanya akan dianggap sebagai tindakan yang tidak disiplin.
"Oleh karena itu, tidak sepatutnya para pelajar SMA/SMK ikut terlibat dalam demonstrasi," kata Asrofi. Pihaknya mengimbau semua kepala sekolah di Kabupaten Sidoarjo untuk melakukan pengawasan terhadap siswa-siswinya, jangan sampai menuju Surabaya dan berdemo bersama mahasiswa.
Lebih lanjut, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim bagian urusan SMA/SMK Kariyanto memastikan, tidak ada izin bagi siswa untuk mengikuti demo tersebut. Serta meminta pihak sekolah terus mengawasi siswa-siswinya. "Sudah ada instruksi dari Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur bahwa seluruh siswa dilarang mengikuti ajakan itu," jelasnya, Kamis (26/9). "Dan para siswa diwajibkan tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar."
(wk/wahy)