Komentari Soal Demo Mahasiswa, Kak Seto Sebut Anak-anak Boleh Bersuara Tapi Dengan Cara Cerdas
Nasional

Kak Seto ikut menyampaikan pendapatnya soal siswa SMA/SMK yang ikut dalam demo mahasiswa beberapa hari terakhir. Menurutnya anak-anak dapat bersuara dalam forum tertentu.

WowKeren - Baru-baru ini ikutnya pelajar SMA/SMK dalam demo mahasiswa yang menolak agar DPR dan Pemerintah mengesahkan RUU bermasalah menjadi perbincangan di masyarakat. Salah satunya adalah Ketua Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi.

Pria yang akrab dipanggil Kak Seto menilai jika aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh ribuan pelajar di sekitar gedung DPR RI itu tidak baik. Pasalnya anak-anak boleh bersuara dan dijamin haknya tapi dengan cara yang benar dan media yang benar dan tidak boleh ikut politik praktis.

Kak Seto juga mencontohkan forum yang bisa diikuti oleh anak-anak. Seperti pemerintah mengadakan forum anak sejak tingkat desa sampai nasional.

"Suara anak diperdengarkan pada puncak Hari Anak Nasional di depan Presiden. Jadi harus diarahkan pada forum-forum yang tepat seperti itu. Di sekolah kalau bisa juga ada forum, jadi mereka bisa bicara pembangunan untuk mereka dan masa depan mereka," kata Kak Seto dilansir Suara Surabaya, Kamis (26/9). "Selain itu, RT, RW, Dinas Pendidikan, Kepala Sekolah mohon bisa mengontrol untuk penyaluran aspirasi anak-anak."


Kak Sero mengaku jika dirinya sempat menanyakan soal aksi rasa pelajar tersebut. Apakah guru dari anak-anak itu tidak ada yang tahu. Karena mungkin saja anak-anak ini tidak tahu dalam penyaluran aspirasi, ada yang dilarang terutama yang membahayakan jiwa mereka. Apalagi ada tagar STM Bergerak dan ada yang membara.

Ketua LPAI itu juga menjelaskan jika ciri psikologis dari semua remaja di dunia adanya kekompakan sesama grupnya. Ini juga kewaspadaan orang tua agar menjadi sahabat mereka dan jangan malah menjadi seperti bos. Maka pengarahan akan lebih mudah diterima tapi kalau main kekerasan anak jadi lebih tidak berkenan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan soal aksi anarkis dalam unjuk rasa tersebut mengatakan jika polisi berwenang untuk menyelidiki. "Kami hanya mendesak pada perlindungan anak. Kalau memang ada provokator, mohon polisi bisa segera menemukan. Jangan sampai anak-anak jadi martir. Kami akan terus mempelajari kondisi ini dan koordinasi dengan polisi," ujarnya.

Kak Seto juga berharap agar tidak terjadi pemukulan ke anak-anak karena aksi unjuk rasa rawan benturan dan kekerasan. Ia juga mengimbau agar para pelajar bertindak secara cerdas. Marah dan emosi diperbolehkan tapi harus disalurkan dengan cara yang cerdas seperti penyampaian melalui tulisan puisi atau guru.

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait