Demo Mahasiswa Memanas, Titiek Soeharto: Pemerintah Bisa Berkaca Pada Peristiwa '98
Nasional

Putri Presiden Soeharto sekaligus mantan istri Prabowo Subianto tersebut mengaku heran mengapa pemerintah tak berupaya untuk mendinginkan suasana terkait aksi mahasiswa ini.

WowKeren - Mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia telah melakukan aksi massa sejak Senin (23/9) lalu untuk memprotes sejumlah kebijakan pemerintah dan Rancangan Undang-Undang (RUU) yang dinilai bermasalah. Gelombang demonstrasi tersebut masih terus berlanjut hingga hari ini (26/9).

Situasi ini lantas dikomentari oleh putri Presiden ke-2 RI Soeharto, yakni Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto. Mantan istri Prabowo Subianto tersebut mengaku heran mengapa pemerintah tak berupaya untuk mendinginkan suasana terkait aksi mahasiswa ini.

Titiek menilai bahwa pemerintah justru bersikap represif. Oleh sebab itu, Titiek pun meminta agar pemerintah berkaca pada peristiwa 1998.

"Pemerintah bisa berkaca dengan situasi 1998. Pak Harto memerintah 32 tahun, kalau mau bisa mempertahankan kekuasaan," ujar Titiek dilansir CNN Indonesia pada Kamis (26/9). "Tapi kan ini memikirkan kepentingan yang lebih besar lagi yakni masyarakat. Mohon ngaca dari situ."


Diketahui, para mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa terkait berbagai persoalan. Mulai dari Rancangan Undang-Undang (RUU) yang dinilai bermasalah, hingga Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) yang dinilai justru melemahkan lembaga anti-rasuah tersebut.

Aksi mahasiswa di depan Gedung DPR bahkan membuat sejumlah mahasiswa terluka, salah satunya adalah mahasiswa Universitas Al-Azhar yang sedang dalam kondisi kritis. Mahasiswa bernama Faisal Amir tersebut harus menjalani operasi di bagian kepala dan bahu kanannya lantaran mengalami pendarahan di otak hingga retak tulang di bagian tengkorak.

Tak hanya mahasiswa, para petani juga berkumpul untuk mendesak DPR membatalkan RUU Pertanahan. Para petani tersebut bahkan beramai-ramai melakukan aksi menyobek kertas berwarna hijau muda yang merupakan simbol sertifikat tanah. Mereka berharap agar aksi ini bisa membuat Presiden Joko Widodo paham bahwa rakyat tak hanya membutuhkan sertifikat tanah namun perlindungan nyata dari negara.

Oleh sebab itu, Titiek menyebut bahwa demo kali ini tak boleh dianggap sepele lantaran dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat. "Jangan merepresi dan menekan mahasiswa," tegas Titiek.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait