Kata kunci 'Institut Pembuat Bom' tiba-tiba ikut meramaikan Twitter usai ditangkapnya dosen IPB pada Sabtu (28/9) lalu. Ramainya kata kunci itu dibicarakan tentunya membuat tak sedikit pihak yang merasa kecewa dan tidak setujunya.
- Wahyu
- Senin, 30 September 2019 - 11:08 WIB
WowKeren - Polda Metro Jaya dan Polres Metro Tangerang telah menangkap enam orang yang diduga akan memancing aksi kerusuhan dengan menggunakan bahan peledak di saat demo sedang berlangsung pada Sabtu (28/9) lalu. Sayangnya, masih belum diketahui sasaran pasti dari kelompok perakit bom ini.
Keenam pelaku ini ditangkap di Cipondoh, Kota Tangerang pada Sabtu (28/9). Dalam penggeledahan pun, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa bom molotov berjumlah 29 buah.
Keenam tersangka tersebut adalah AB, S, YF, AU, OS, dan SS. Diketahui jika pemilik nama Abdul Basith alias AB ini adalah seorang dosen dari Institut Pertanian Bogor (IPB).
Tertangkapnya AB sebagai salah satu komplotan pembuat bom yang berencana untuk membuat demo ricuh pun menjadi perhatian warganet. Pada Senin (30/9), pukul 09.01 WIB kata kunci Institut Pembuat Bom ramai di media sosial Twitter hingga masuk ke 10 besar trending topic selama satu jam.
Ramainya kata kunci tersebut nyatanya mendapat berbagai kritik dari warganet. Tak sedikit yang menyatakan ketidaksetujuannya terkait sarkasme dari singkatan nama salah satu universitas ternama dalam negeri tersebut.
"IPB adalah Institut Pertanian Bogor Dan Sekarang berubah menjadi institut pembuat bom karena gara2 ada dosen yg merakit bom," cuit @Jan*****22. "Jangan menghina, jangan menghujat Institut Pembuat Bom tidak layak disematkan. Meskipun oknum yang berkaitan itu representasi institusi, dan sekian banyak lainnya yang menjadi representasi tidak tahu apa apa," ujar @na***aa. "Sedih bgt dah garagra 1 dosen ketangkep nama ipb d plesetin jd institut pembuat bom," sahut @Go****eon.
Di lain sisi, terkait tertangkapnya AB membuat pihak IPB memberikan penjelasan berikut. "Sehubungan dengan pemberitaan yang beredar saat ini mengenai penangkapan salah satu dosen IPB, sdr. Abdul Basith, kami merasa terkejut dan sangat prihatin terhadap hal tersebut," kata keterangan tertulis yang dirilis oleh pihak IPB.
"Perlu kami sampaikan bahwa dugaan aktivitas yang dilakukan adalah tidak ada kaitannya dengan tugas yang bersangkutan sebagai dosen IPB dan menjadi tanggung jawab penuh yang bersangkutan sebagai pribadi. Terkait masalah ini IPB menghormati proses hukum yang berlaku," lanjutnya. "Saat ini kami masih terus berusaha mencari informasi dan kejelasan mengenai hal tersebut kepada pihak yang berwenang untuk mendapatkan informasi yang sebenar-benarnya."
(wk/wahy)