Petani Asal Jambi Ini Meninggal Saat Ikut Aksi Jalan Kaki Untuk Protes Dan Temui Jokowi
Instagram
Nasional

Salah seorang petani Jambi meninggal dunia saat sedang mengikuti aksi jalan kaki Suku Anak Dalam (SAD) menuju Istana Negara untuk melayangkan protes dan temui Presiden Jokowi.

WowKeren - Salah seorang perempuan petani Jambi meninggal dunia saat mengikuti aksi jalan kaki Suku Anak Dalam (SAD) menuju Istana Negara untuk bertemu Presiden Joko Widodo. Aksi jalan kaki tersebut sebagai bentuk protes darI SAD dan petani Jambi kepada Presiden Jokowi terkait konflik lahan yang berkepanjangan dengan perusahaan sawit.

Aksi jalan kaki tersebut telah dilakukan sejak pada Rabu (28/8). Rencananya mereka akan beraksi di Istana Negara, Kementerian ATR/BPN, Kementerian Dalam Negeri, KPK, Kemenko Polhukam, Kementerian Pertanian, Kementerian LHK, Mabes Polri, dan Kejaksaan Agung.

Aksi protes ini telah membuat salah satu petani wanita bernama Tamini yang berusia 54 tahun asal Desa Mekar Sari Makmur, Muaro Jambi, Jambi meninggal dunia pada Sabtu (14/9) lalu. Koordinator Lapangan Aksi Jalan Kaki Amiruddin Todak menjelaskan jika Tamini meninggal dunia setelah merasakan sakit setelah melakukan aksi jalan kaki ini.


Amiruddin mengatakan jika wanita yang berusia 54 tahun tersebut menghembuskan nafas untuk terakhir kalinya setelah melakukan aksi jalan kaki selama 13 hari sejak akhir Agustus lalu. "13 hari setelah jalan kaki, Bu Tamini meminta izin karena sakit sehingga kemudian berobat di Rumah Sakit Kecamatan Bahar, Muaro Jambi," kata Amiruddin kepada CNNIndonesia.com, Minggu (29/9).

Tamini yang mengeluhkan sakit ini kemudian langsung dibawa ke Rumah Sakit Kecamatan Bahar, Muaro Jambi untuk dilakukan pengobatan lebih lanjut. Namun karena diduga juga mengalami kelelahan yang parah, nyawa Tamini akhirnya tidak dapat tertolong.

Aksi jalan kaki SAD dan petani Jambi ini sendiri saat ini telah sampai ke Desa Mekar Jaya, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Amiruddin menuturkan hingga saat ini pihak Istana belum merespons aksi jalan kaki tersebut. Dirinya meminta Presiden Jokowi dapat segera menyelesaikan kasus agraria yang dihadapi oleh SAD dan petani Jambi dengan perusahaan sawit.

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait