Sederet kontroversi pernah mewarnai rekam jejaknya. Mulai dari menjadi tersangka korupsi, dicopot paksa dari posisinya di sebuah organisasi, hingga memfitnah Jokowi.
- Elvariza Opita
- Rabu, 02 Oktober 2019 - 12:26 WIB
WowKeren - Sosok La Nyalla Mahmud Mattalitti tengah menjadi sorotan publik nasional. Pasalnya politikus asal Jawa Timur itu terpilih menjadi Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI periode 2019-2024.
Berbekal 47 suara yang ia raup dalam pemungutan suara pada Selasa (1/10) malam, La Nyalla akhirnya mengukuhkan posisinya di kursi RI 7. Hasil ini beda tipis dengan pesaingnya, seperti senator asal Maluku Nono Sampono yang meraih 40 suara.
Terpilihnya La Nyalla pun sukses menarik perhatian publik. Pasalnya rekam jejak sang politikus yang kontroversial sudah beredar luas di kalangan masyarakat, sejak di dunia bisnis, olahraga, hingga ke panggung politik.
Dilansir dari CNN Indonesia, La Nyalla sejatinya berasal dari keluarga saudagar besar yang cukup berpengaruh di Surabaya. Namun semasa mudanya ia pernah bekerja serabutan hingga akhirnya menjadi sosok pengusaha berpengaruh.
Figurnya mulai dikenal publik usai menjabat sebagai Ketua HIPMI Jawa Timur dan Ketua Kadin Jatim. Pamornya makin tampak ketika ia berkiprah di Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).
Di organisasi ini, sejumlah jabatan penting pernah ia emban. Mulai dari Komite Eksekutif, Wakil Ketua Umum PSSI, hingga akhirnya menjadi Ketum PSSI pada 2015-2016 lalu.
Di tangan La Nyalla, PSSI dijatuhi sanksi oleh mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi. Pasalnya PSSI kala itu tak meloloskan Arema Malang dan Persebaya Surabaya ke liga, sesuai hasil rekomendasi Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).
Di tengah konflik itu, La Nyalla diterpa kasus korupsi dana hibah Pemprov Jatim tahun 2011-2014, kala ia masih menjadi Ketua Kadin Jatim. Ia lantas ditetapkan sebagai tersangka, yang lantas berujung pada pencopotannya dari posisi Ketum PSSI. Namun belakangan ia bebas dari status tersangkanya.
Karirnya di panggung politik pun tak kalah kontroversial. Sejak 2009, La Nyalla dikenal lebih "menempel" pada kubu Prabowo Subianto. Hingga akhirnya kedekatannya dengan Partai Gerindra berakhir pada 2018 lalu.
La Nyalla lantas bergabung dengan Partai Bulan Bintang (PBB) pada akhir 2018, sehingga berbalik merapat ke kubu Joko Widodo. Saat itulah La Nyalla menggelar konferensi pers yang cukup kontroversial. Ia mengaku sudah memfitnah Jokowi pada Pilpres 2014.
Kala itu La Nyalla memfitnah Jokowi sebagai anggota Partai Komunis Indonesia (PKI), pemeluk agama Kristen, dan keturunan Tionghoa. La Nyalla juga mengaku membantu penyebaran tabloid Obor Rakyat hingga seratus truk, yang mana semua memuat berita hoaks soal kubu Jokowi.
Hingga akhirnya La Nyalla mencoba mendaftar sebagai calon anggota DPD RI periode 2019-2024. Mengalahkan 26 saingannya, La Nyalla meraup 2,2 juta suara dan bisa melenggang ke Senayan.
"Terima kasih kepada rakyat Jatim," ujarnya. "Yang telah memberi kepercayaan kepada saya untuk menjalankan amanah ini."
(wk/elva)