Wiranto mengatakan sama sekali tidak ada niat dari dirinya untuk menyakiti perasan para korban gempa. Menurutnya, ada pihak yang sengaja memutarbalikkan pernyataannya itu.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 02 Oktober 2019 - 13:23 WIB
WowKeren - Menkopolhukam Wiranto memberikan penjelasan untuk mengklarifikasi pernyataannya terkait korban bencana gempa di Ambon. Ia membantah memiliki niat untuk menyakiti perasaan para korban.
Dalam pernyataan sebelumnya, Wiranto menyebut bahwa banyaknya pengungsi gempa di Maluku telah menjadi beban bagi pemerintah pusat. Ia pun kemudian meluruskan maksud dari pernyataannya itu. "Tidak ada alasan dan tidak mungkin saya sengaja melukai hati masyarakat Maluku yang sedang terkena musibah," ujar Wiranto dalam keterangan tertulis, Rabu (2/10).
Ia mengatakan bahwa dirinya justru mengundang pejabat terkait untuk segera menangani bencana alam. Ia meminta Kepala BNPB Letjen Doni Monardo untuk segera mengambil sikap guna meringankan beban masyarakat terdampak gempa di Maluku.
Sebelumnya, Wiranto menyampaikan bahwa pemerintah sepakat memberikan bantuan korban terdampak sesuai dengan standar tanggap darurat. Jumlah pengungsi bertambah banyak bukan hanya karena rumah mereka hancur terdampak gempa, namun juga karena adanya informasi yang menyebut akan terjadinya gempa susulan.
"Diharapkan masyarakat bisa kembali ke tempat tinggalnya masing-masing untuk mengurangi besaran pengungsi," kata Wiranto di Jakarta, Senin (30/9). "Pengungsi terlalu besar sudah menjadi beban pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah."
Padahal menurut dia, tidak ada informasi semacam itu dari badan resmi terkait. "Padahal sesuai laporan tak ada badan resmi yang memberi info seperti itu," ujar mantan Panglima ABRI tersebut.
Untuk itu, Wiranto menilai bahwa pemerintah perlu memberikan penjelasan terkait apa yang sebenarnya terjadi. Para pengungsi tersebut diimbau untuk kembali ke rumah masing-masing sebab jika terus-terusan berada di posko justru bisa melahirkan masalah baru terkait pendidikan anak dan juga risiko penyakit.
"Itu yang sebenarnya menjadi hasil rapat koordinasi," ujar Wiranto. "Yang dihadiri Kepala BNPB, Menteri Sosial, Menteri Kesehatan, Panglima TNI, Kapolri, dan Kabin di kantor Kemenkopolhukam."
Lebih lanjut, Wiranto menilai ada pihak-pihak yang sengaja memelintir penjelasan tersebut untuk menyerang dirinya. "Namun itu semua dapat diselesaikan dengan kesabaran dan kebesaran hati kita. Terima kasih, semoga penjelasan saya ini dapat dipahami," ujarnya.
(wk/zodi)