Sempat Menolak, Mahasiswa Kini Akui Ingin Berdialog Dengan Jokowi
Instagram/jokowi
Nasional

Tuntutan yang akan disampaikan masih sama, yakni terkait penerbitan Perppu untuk mencabut keabsahan UU KPK. Bila permintaan ini tak dituruti, BEM mengancam akan kembali menggelar aksi.

WowKeren - Presiden Joko Widodo sudah pernah memberikan kesempatan untuk berdialog dengan mahasiswa menyusul tingginya intensitas demonstrasi. Dalam kesempatan itu, Jokowi berharap bisa mendengarkan aspirasi mahasiswa secara langsung. Sayangnya undangan ini dimentahkan oleh aliansi mahasiswa.

Namun kekinian ada satu organisasi mahasiswa yang mengaku ingin menemui Jokowi, yakni Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Trisakti. Wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma) Usakti, Dheatantra Dimas, menyebut pihaknya berencana berdialog dengan Jokowi demi membahas Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) UU KPK.

"Sebenarnya kalau dari teman-teman Trisakti dan universitas sekitar itu kan goal kita satu belum tercapai soal Perppu UU KPK," ujar Dimas, Selasa (1/10). "Dan Perppu itu bersinggungan dengan Presiden Joko Widodo karena beliau yang bisa mengeluarkan Perppu pengganti UU KPK."

"Itu yang kita dorong mungkin dalam waktu dekat akan buka dialog dengan Istana terkait Perppu," imbuhnya. "Nanti bersama universitas yang lainnya."

Menurut Dimas, rencana bertemu dengan Jokowi itu sedianya dilakukan pekan ini. Bahkan ia juga mengultimatum akan menggelar aksi besar-besaran apabila tuntutan mahasiswa kembali tak dipenuhi oleh Jokowi.


"Jika nanti kita juga beri ultimatum juga kalau tidak ada kepastian, kita akan turun aksi besar-besaran lagi jadi," tegasnya. "Kita turun ke jalan itu tahu maksudnya apa, kalau yang banyak yang anarkis bukan tujuan dari yang mahasiswa lagi."

Dimas lantas kembali menegaskan bahwa demonstrasi yang digelar mahasiswa merupakan aksi damai. Sebab mahasiswa turun ke jalan murni demi mewakili aspirasi masyarakat.

Oleh karena itu, Dimas meminta polisi untuk tak bersikap represif saat mengamankan aksi mahasiswa. Sebab, menurutnya, tindakan represif aparat justru membuat suasana menjadi lebih tegang.

"Kami juga mengecam teman kita yang meninggal ditembak di Kendari," ungkapnya. "Harapannya polisi tidak melakukan tindakan agresif, harus sesuai dengan perkap."

"Dan kemudian kita juga ingin dalam menjaga aksi mahasiswa itu tidak represif dengan memukul, kita ingin kan aksi damai, kita ingin dari polisi juga damai," pungkasnya. "Jangan sampai kayak kemarin ada gas air mata ke kampus Atma Jaya, polisi masuk kampus kan nggak boleh."

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait