MPR menggelar sidang perdana pada Rabu (2/10) dan membahas pembentukan fraksi. Sidang perdana tersebut diwarnai oleh berbagai interupsi persoalkan pimpinan sidang.
- Wahyu
- Rabu, 02 Oktober 2019 - 15:16 WIB
WowKeren - Para anggota legislatif yakni MPR, DPR, dan DPD baru saja dilantik Selasa (1/10) kemarin di Senayan, Jakarta. Pelantikan tersebut menjadi sebuah peresmian mulai bekerjanya para legislatif periode 2019-2024 yang terpilih.
Setelah melakukan serangkaian kegiatan pelantikan, MPR pun menggelar sidang paripurna pada Rabu (2/10). Sidang perdana MPR ini memiliki agenda pengesahan jadwal sidang dan pembentukan fraksi-fraksi serta kelompok DPD.
Dari 711 anggota MPR yang baru, terdapat 376 anggota yang hadir dalam sidang perdana tersebut. Sidang yang dipimpin oleh anggota MPR termuda, Hillary Brigitta Lasut itu pun diwarnai interupsi dari sejumlah anggota MPR.
Usai sidang dibuka, sejumlah anggota MPR mempersoalkan tentang Hillary yang memimpin sidang perdana tersebut seorang diri. Interupsi pertama dilayangkan oleh Aria Bima dari PDIP. "Tolong dijelaskan ke mana pimpinan satu lagi," tanya Bima menginterupsi.
Hillary kemudian menjawab jika pimpinan lainnya, yakni Sabam Sirait dari DPD harus izin karena alasan kesehatan. Oleh karena itu, ia menjelaskan bahwa dalam Tata Tertib Sidang MPR, jika pimpinan sidang sementara berhalangan, maka dapat digantikan dengan pimpinan lainnya.
Tak berhenti di situ, Adies Kadir dari Golkar juga mempertanyakan aturan sidang yang dimaksud Hillary itu. Dia meminta Hillary menunjukkan aturan tersebut dengan gamblang.
"Pimpinan tadi menyampaikan karena situasional salah satu pimpinan tidak bisa hadir," kata Adies yang dilansir oleh Kumparan pada Rabu (2/10). "Kami mohon ditunjukkan aturannya karena konstitusi tidak mengatur itu. Karena konstitusi mengatur harus dipimpin yang tertua dan yang termuda. Kami mohon ditunjukkan aturannya."
Lantas Hillary pun menjawab jika masalah tersebut sudah dikonsultasikan dengan Sekretariat Jenderal MPR. Oleh karena itu, tidak masalah jika ada pimpinan MPR yang tidak hadir.
"Sesuai tatib MPR, kita sudah mengkonsultasikan ke Sekjen tadi bahwa sebenarnya di sidang MPR yang sudah sah pun terkadang dari total 8 pimpinan pun tak masalah jika yang hadir 4," jawab Hillary. "Jadi pada dasarnya, tidak ada yang mempermasalahkan kalau ada yang tidak hadir."
Belum puas dengan alasan tersebut, Adies pun kembali menginterupsi. Ia menyarankan agar dipilih lagi satu pimpinan sidang dari yang tertua untuk melanjutkan sidang.
"Itu kan kalau berjalan normal. Ini kan berjalan di awal dipimpin yang tertua dan termuda," ucap Adies menimpali. "Maka saran kami dipilih lagi yang tertua, itu saran kami, terima kasih."
Akhirnya, Yandri Susanto dari PAN pun menyarankan supaya sidang diskors untuk mendapatkan pemufakatan bersama. Angota yang lain pun turut menginterupsi sidang perdana tersebut. Hillary pun akhirnya memilih untuk menskors sidang tersebut.
"Baik, nanti kita akan berikan waktu bagi perwakilan fraksi untuk melakukan lobi," ujar Hillary yang kemudian mengetuk palu. "Dengan ini sidang saya skors."
(wk/wahy)