Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah telah merilis data yang menyebutkan jika sebanyak ratusan ribu warga wilayahnya terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.
- Wahyu
- Rabu, 02 Oktober 2019 - 16:11 WIB
WowKeren - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah telah merilis data yang mengungkapkan jika sebanyak ratusan ribu warga Jateng menjadi penyalahgunaan narkoba. Data tersebut diungkapkan oleh Kepala BNNP Jateng Brigjen Benny Gunawan di Gedung Adipura, Balai Kota Tegal pada Rabu (2/10).
Kepala BNNP Jateng tersebut mengatakan jika Jawa Tengah telah menjadi urutan ke-5 dengan jumlah pengguna narkoba terbanyak di Indonesia. Tercatat dari penduduk Jawa Tengah yang berjumlah 34,26 juta jiwa tersebut telah ditemukan sekitar 1,16 persen atau 285 ribu jiwa menjadi penyalahguna narkoba.
BNNP Jateng merinci terkait masyarakat yang menjadi pengguna narkoba tersebut. Menurut BNNP Jateng, pengguna narkoba di Jawa Tengah terbanyak dari kalangan pekerja sebesar 59 persen. Sementara itu dari kalangan pelajar sebesar 17 persen dan pengangguran sebesar 17 persen.
"Jawa Tengah dengan penduduk 34,26 juta jiwa, ada sekitar 1,16 persen atau 285 ribu jiwa menjadi penyalahguna narkoba," jelas Benny Gunawan. "Jateng itu potensial (terpapar narkoba) karena pelabuhan banyak, transportasi mudah dan sebagainya."
Benny menjelaskan hampir semua lembaga pemasyarakatan (lapas) di Indonesia dihuni dengan narapidana yang bermayoritas tersangkut kasus narkoba. Jumlahnya rata-rata penghuni lapas yang tersangkut narkoba ini bisa lebih dari 60 persen.
"Tadi saya tanya ke Kepala Lapas Tegal, katanya 65 persen penghuninya adalah kasus narkoba," ungkap Benny. "Bayangkan, jika penghuninya 100 orang, maka ada 65 orang yang terpapar narkoba di sana."
Atas dasar ini, saat ini pihaknya secara rutin berkeliling ke berbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah untuk memberikan penyuluhan lebih lanjut tentang bahaya narkoba. Acara ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan dari BNNP Jateng terhadap banyaknya pengguna narkoba di provinsi mereka.
"Ini adalah yang kedua kalinya setelah kemarin digelar di Solo," kata Benny saat menjelaskan acara penyuluhan tersebut. "Selain itu kami juga melakukan ungkap kasus. Pada 2018 lalu kami ungkap lebih dari 10 kilogram sabu."
(wk/wahy)