Bareskrim Sebut Tak Ada Nomor Polisi di Grup WhatsApp Anak STM
Nasional

Polisi diisukan sengaja membuat grup WhatsApp 'Anak STM' usai seorang warganet melakukan penelusuran menggunakan aplikasi True Caller. Namun isu ini segera dimentahkan oleh pihak kepolisian.

WowKeren - Beberapa waktu lalu tangkapan layar percakapan anak-anak STM di sebuah grup WhatsApp beredar viral di media sosial. Intinya, para siswa tersebut terindikasi menjadi demonstran bayaran dalam aksi pada Senin (30/9) lalu.

Isu itu bergulir semakin panas usai seorang warganet mengungkap kemungkinan grup tersebut hanyalah rekayasa kepolisian. Sebab, menurut penelusurannya menggunakan aplikasi True Caller, diketahui nomor-nomor telepon yang tercantum di grup itu mengarah pada sosok-sosok di kepolisian.

Menanggapi hal tersebut, Bareskrim Polri pun bekerja ekstra untuk mengungkap kebenaran di balik isu. Rupanya hasil penyelidikan menyatakan tak ada anggota kepolisian yang terlibat di grup tersebut.

"Isu yang beredar di kalangan media sosial atau netizen, polisi selaku kreator," ujar Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kombes Pol Rickynaldo Chairul di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (2/10). "Kita lakukan pemeriksaan mendalam satu per satu nomor-nomor yang masuk nomor grup WhatsApp tersebut."


"(Hasilnya) tidak ada nomor polisi, apalagi polisi sebagai kreator (grup), tidak ada," imbuhnya, seperti dikutip dari Detik News. "Saya berharap penjelasan yang kami sampaikan ini bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan netizen."

Lebih lanjut, Rickynaldo mengaku pihaknya masih terus mendalami asal muasal para anggota di grup tersebut. Sebab, menurutnya, kebanyakan nomor yang digunakan hanya untuk akun WhatsApp.

Terkait dengan nama polisi yang muncul seusai seorang warganet menyelidiki menggunakan aplikasi True Caller, Rickynaldo pun bersedia menjelaskan. Menurutnya aplikasi tersebut akan menampilkan nama sesuai dengan kontak yang dimiliki.

"Aplikasi True Caller itu kan tergantung kita membuat nama di daftar kontaknya apa, sesuai daftar kontak yang dia punya, yang masuk ke dalam situ," jelasnya. "Misalnya saya menulis di kontak si A itu tukang ojek, saya pakai True Caller, si A nanti keluar tukang ojek padahal belum tentu aslinya dia tukang ojek."

Di sisi lain, polisi diketahui telah meringkus tujuh orang terkait grup WA tersebut. Satu orang di antara mereka pun ditetapkan sebagai tersangka lantaran menginisiasi pembuatan grup tersebut.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait