Tak Peduli Rumahnya Dibakar, Warga Wamena Ini Tetap Selamatkan Ratusan Perantau
Nasional

Edison Elopere mengaku tergerak oleh rasa kemanusiaan sehingga tetap menyelamatkan ratusan warga perantau, tak peduli rumahnya harus ludes dibakar massa dalam kerusuhan Wamena.

WowKeren - Kerusuhan berujung pada melayangnya puluhan nyawa di Wamena, Papua memang menyisakan luka yang mendalam. Kendati demikian, banyak kisah humanis di balik peristiwa tersebut.

Salah satunya adalah kisah yang dialami oleh Edison Elopere, seorang warga Papua yang selama ini tinggal di Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Edison, bersama ratusan warga perantau, saat ini diketahui mengungsi di Kabupaten Merauke.

Ia terpaksa mengungsi lantaran rumah beserta seluruh perabotan di dalamnya ludes dibakar massa dalam kerusuhan Wamena. Mungkin Edison tak perlu mengalami hal tersebut kalau saja ia tak nekat membantu menyelamatkan para perantau dari amukan massa perusuh.

Kepada sejumlah wartawan, Edison mengungkapkan bahwa ia berasal dari Manokwari, Papua Barat. Hanya saja ia memang berdomisili di Wamena. "Bapak saya orang Manokwari, sedangkan Mama saya dari Wamena," ungkapnya, Selasa (1/10).

Menurutnya terdapat ratusan warga perantauan di sekitar tempat tinggalnya, seperti dari Makassar maupun Toraja. Saat kejadian berlangsung, ratusan warga perantau langsung mengungsi ke rumahnya demi mencari perlindungan. "Begitu kejadian berlangsung, kurang lebih 200-an orang datang mencari perlindungan di rumah saya," katanya, dilansir dari Jubi.


Tergerak oleh rasa kemanusiaan, Edison dan delapan rekannya yang juga orang asli Papua lantas berusaha memberi perlindungan kepada warga perantau tersebut. Beruntung para perusuh tidak jadi bertindak anarkis ketika Edison dan kawan-kawan pasang badan.

"Massa sudah datang untuk berusaha melakukan penyerangan," tuturnya. "Namun saya bersama delapan rekan lain memberikan perlindungan kepada ratusan warga perantauan, sehingga niat mereka mereka melakukan tindakan anarkistis diurungkan."

Setelah para massa perusuh pergi, Edison pun langsung menghubungi aparat keamanan agar segera datang. "Lalu kami berjalan kurang lebih 500 meter, mengantar ratusan orang perantauan untuk dibawa ke Polres serta Kodim," ujarnya.

Sayangnya, kabar buruk harus ia terima ketika kembali dari mengantarkan para perantau ke pos pengamanan terdekat. Pasalnya rumah beserta seluruh isinya sudah dalam posisi terbakar.

"Saya tidak tahu siapa yang membakar," paparnya. "Ya sudahlah, asalkan saya bersama delapan teman lain sudah menolong ratusan warga perantauan."

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait