Rusuh Wamena Tragis, Begini Kisah Haru Seorang Ibu Selamat Usai Sembunyi Di Kandang
Nasional

Begini kisah mengharukan seorang ibu yang berhasil menyelamatkan diri bersama anaknya dari kerusuhan di Wamena, Papua setelah bersembunyi di dalam kandang.

WowKeren - Kerusuhan yang terjadi di Wamena, Papua pada Senin (23/9) lalu begitu banyak meninggalkan kisah tragis dan haru dari warga yang turut menjadi korban. Salah satunya seperti yang dialami seorang ibu ini yang berhasil menyelamatkan diri saat aksi kerusuhan bersama sang buah hatinya.

Rahmatia merupakan seorang ibu yang juga menjadi korban dalam kerusuhan di Wamena. Rahmatia berhasil meloloskan diri amukan massa yang bertindak anarkis dan membabi buta dengan bersembunyi di sebuah kandang belakang rumahnya.

Rahmatia menceritakan awal mula kejadian saat dirinya berada di tengah-tengah kerusuhan. Pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WIT di hari kejadian, Rahmatia dihubungi oleh pihak sekolah agar segera menjemput putrinya. Padahal saat itu, anaknya belum lama berangkat ke sekolah.

Saat kembali ke rumah setelah menjemput anaknya, Rahmatia melihat berbagai kekacauan yang dilihat dari amukan massa. Kerusuhan ini sangat mengerikan setelah Rahmatia melihat beberapa batu dilemparkan dan panah dilepaskan ke berbagai arah.


"Kemarinnya ada isu-isu tanggal 23 mau kacau. Antara percaya dan tidak kan biasa. Biasanya bilang kacau, tapi tak terjadi. Kalau ada aksi sedikit, (biasanya) langsung bisa dibubarkan," kata Rahmatia pada Selasa (1/10). "Pas pulang sekolah, di rumah kita tutup pintu, batu dan panah sudah berjatuhan, kita bisa lari karena belum membakar."

Rahmatia akhirnya menyeret anaknya untuk bersembunyi di kandang babi setelah dirinya mendengar massa yang terus menerus meneriakkan "Bakar semuanya". Menurut pengakuannya, ia dan sang putri terus bersembunyi di dalam kandang babi selama enam jam dan baru berani keluar setelah sejumlah petugas keamanan mulai berdatangan untuk membantu.

"Tidak lama kemudian ada yang teriak 'Bakar semua,' kita lari ke belakang dengan terdesak sembunyi dalam kandang babi," ungkap Rahmatia. "Itu dari jam 10.00 sampai jam 16.00 baru ada petugas yang bantu evakuasi. Kita dibawa ke Polres."

Kini Rahmatia dan putrinya telah dievakuasi di Posko Pengungsian Yonif 751/Raider, Distrik Sentani, Jayapura, Papua. Dirinya pun tak bisa menahan tangis saat mengingat kejadian mencekam saat kerusuhan tersebut dan bersyukur dapat meloloskan diri bersama putrinya. Walau berhasil menyelamatkan diri, kini Rahmatia sudah tidak memiliki tempat tinggal karena rumahnya sudah hangus terbakar.

Kerusuhan di Wamena ini telah membuat puluhan nyawa melayang akibat perilaku kejam dan tidak beradab dari para demonstran dalam aksi berdarah tersebut. Hingga kini tercatat kerusuhan Wamena telah menewaskan sebanyak 33 orang. Mayoritas korban tewas diketahui berasal dari warga Papua pendatang.

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait