Anggota DPR RI dari Fraksi PAN, Sarifuddin Suddin menilai bahwa sebelum menyimpulkan motif pelaku, ada baiknya dilakukan penyelidikan terlebih dahulu secara menyeluruh.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 10 Oktober 2019 - 16:32 WIB
WowKeren - Polisi telah berhasil mengamankan pelaku penyerangan Menkopolhukam Wiranto. Diberitakan sebelumnya, Wiranto telah diserang menggunakan pisau saat berkunjung ke Pandeglang, Banten.
Polisi mengungkapkan bahwa para pelaku diduga terpapar paham radikal ISIS. Salah satu dari penyerang tersebut merupakan seorang wanita.
Terkait hal ini, Partai Amanat Nasional (PAN) ikut memberikan tanggapan. Anggota DPR RI dari Fraksi PAN, Sarifuddin Suddin menganggap aksi penusukan terhadap Menkopolhukam Wiranto sebagai tindakan yang sangat brutal.
Meski demikian, ia meminta agar pihak polisi tak langsung menyimpulkan bahwa pelakunya terpapar paham radikal. Sebab, keputusan itu dinilai terlalu dini untuk disimpulkan. Menurutnya, polisi perlu melakukan penyelidikan lebih jauh secara menyeluruh.
"Jangan pihak kepolisian terlalu dini menyimpulkan bahwa pelaku terpapar ISIS," kata Sarifuddin, Kamis (10/10). "Itu harusnya membuka penyelidikan secara menyeluruh."
Sarifuddin menuturkan bahwa sebaiknya pihak aparat kepolisian segera menyelidiki aksi penusukan yang dilakukan Syahril Alamsyah alias Abu Rara dan istrinya. Sebab jika polisi sudah mengambil kesimpulan sebelum melakukan penyelidikan maka hal itu sungguh prematur. "Karena kalau belum dilakukan penyelidikan pihak kepolisian menyimpulkan yang bersangkutan terpapar ISIS itu sangat prematur," lanjut Sarifuddin.
Untuk diketahui, Wiranto ditusuk saat hendak pulang ke Jakarta usai menghadiri acara peresmian Gedung Kuliah Bersama di Universitas Mathla’ul Anwar. Akibat serangan itu, Wiranto mengalami dua luka tusukan pada bagian perut.
Perihal terkait pelaku penyerangan Wiranto yang diduga terpapar paham ISIS sebelumnya disampaikan oleh Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo. "Diduga terpapar ISIS," katanya, Kamis (10/10).
Usai kejadian tersebut, Densus 88 langsung bergerak menuju ke lokasi kejadian. Mereka juga akan melakukan evaluasi pengamanan terhadap Wiranto. Sebab sebagai pejabat publik, Wiranto dinilai cukup dekat dengan masyarakat.
Sementara itu, pihak Istana memastikan bahwa insiden ini tidak berkaitan dengan acara pelantikan yang akan digelar pada Minggu (20/10) mendatang. "Tidak ada pengaruh dan hubungannya dengan persiapan pelantikan yang akan datang," tutur Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin dilansir dari CNBC Indonesia, Kamis (10/10).
(wk/zodi)