Selama menjabat sebagai Kapolri sekitar 3 tahun, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengaku dihadapkan pada berbagai persoalan yang menguras energi dan pikiran.
- Zodiak Yanuarita
- Sabtu, 26 Oktober 2019 - 08:55 WIB
WowKeren - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menceritakan pengalamannya ketika masih bertugas sebagai Kapolri. Menurutnya, tugas di Kapolri sangatlah berat.
Diketahui, Tito menjabat sebagai Kapolri sejak Juli 2016 hingga Oktober 2019 hingga kemudian diangkat menjadi Mendagri menggantikan Tjahjo Kumolo. "Menjadi Kapolri itu menurut saya paling berat selama saya berdinas 3 tahun 3 bulan sebagai anggota Polri," kata Tito di Timika, seperti dilansir Antara, Sabtu (26/10).
Selama menjabat sebagai Kapolri, Tito mengaku kerap dihadapkan pada situasi pelik yang cukup menyita energi dan pikiran. Salah satunya saat Pemilu 2019 dimana kepolisian bertanggung jawab untuk memastikan agar Pemilu berjalan aman.
Begitu juga saat pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang digelar setiap tahun. Tak cukup sampai di situ, ketika ada bencana alam pun tim kepolisian juga harus bergerak cepat. Begitu pula saat terjadi konflik.
"Bagaimana menghadapi gejolak pilkada yang setiap tahun ada," jelas Tito. "Terakhir Pemilu 2019. Belum lagi masalah bencana alam, seperti gempa bumi, kemudian konflik-konflik, demonstrasi."
Tugas yang diemban oleh kapolri tak hanya terbatas sampai di situ. Ada juga masalah internal yang harus dihadapinya, dimana ia harus memimpin sebuah organisasi besar dengan anggota mencapai 450 ribu orang di seluruh Indonesia.
"Itu enggak gampang, belum lagi ada tarik-menariknya dalam pertimbangan karier satu sama lain. Saya kira pengalaman 3 tahun 3 bulan sebagai Kapolri itu cukup berat bagi saya," imbuh Tito. "Jauh lebih berat daripada saat menjabat Kapolda Metro Jaya yang saya jalani hampir setahun."
Meski demikian, bukan berarti tidak ada pengalaman menyenangkan selama dirinya menjabat sebagai Kapolri. Ia mengaku justru merasa lebih senang ketika ditugaskan ke Papua.
"Di Papua malah saya paling enjoy karena meskipun ada persoalan, masih bisa dikomunikasikan. Papua alamnya indah, masyarakatnya juga ramah, apalagi kalau kita rajin turun ke lapangan menemui masyarakat," terang Tito. "Sebetulnya tugas di Papua itu menyenangkan, saya paling menikmati bertugas saat memimpin kepolisian di Papua."
(wk/zodi)