Mantan Wapres Jusuf Kalla telah purna tugas sejak Minggu (20/10) lalu. Ia pun memutuskan untuk pulang kampung. Kedatangannya tersebut rupanya mendapatkan sambutan yang meriah dari warga Makassar.
- Nidya Putri
- Sabtu, 26 Oktober 2019 - 10:56 WIB
WowKeren - Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla telah purna tugas sejak Minggu (20/10) lalu. Kini pria yang kerap dipanggil JK itu telah tiba di kediamannya di Makassar hari ini (26/10).
Begitu tiba, di kediamannya di Jalan Haji Bau, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Jusuf Kalla beserta istrinya disambut oleh warga dengan tradisi masyarakat Makassar Angngaru.
Kedatangan JK bersama sang istri didampingi oleh Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, Founder Bosowa Aksa Mahmud, mantan Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin. Mereka mendampingi mantan Wapres RI itu dari Bandara Sultan Hasanuddin.
Ilham juga memboyong anggota komunitas motor gedenya dan mengiringi perjalanan JK dari Bandara Sultan Hasanuddin hingga ke kediamannya di Jalan Haji Bau. Iring-iringan rombongan JK tiba di kediaman sekitar pukul 09.20 WIB. JK turun dari kendaraan dan langsung disambut warga yang membuat baris di pinggir jalan.
JK bersama Mufidah kemudian berhenti untuk menerima sambutan tradisi Angngaru. Angngaru sendiri memiliki arti sumpah atau ikrar yang diucapkan abdi raja atau rakyat kepada rajanya.
Tradisi ini sendiri merupakan budaya dari masyarakat suku Makassar. Prajurit Kerajaan Gowa zaman dulu sebelum berangkat perang terlebih dahulu harus mengucapkan sumpah setia (Angngaru) di depan Raja atau yang disebut Sombaya.
Seseorang yang melakukan sumpah aru atau sumpah setia (Angngaru) melakukannya dengan berlutut di hadapan raja dan posisi badan yang tegap. Dia lalu mengucapkan sumpahnya sambil tangan kanan memegang badik.
Diketahui tak hanya warga yang hadir dalam acara penyambutan tersebut. Sejumlah tokoh masyarakat pun turut datang dalam acara penyambutan JK tersebut. Antara lain Ulama Besar Sulsel, Ketua MUI Sulsel Agh Sanusi Baco dan sejumlah tokoh lainnya seperti mantan Wakil Walikota Makassar Syamsul Rizal atau Deng Ical dan presiden Batu Putih Syndicate, Syamsul Bahri A Sirajuddin.
(wk/nidy)