Meski demikian, mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Hendropriyono menilai bahwa kesalahan penempatan merupakan hal yang biasa dalam suatu organisasi.
- Bertilia Puteri
- Sabtu, 26 Oktober 2019 - 18:33 WIB
WowKeren - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), A.M. Hendropriyono, mengomentari susunan kabinet Joko Widodo-Ma'ruf Amin yang baru saja dilantik. Menurut Hendropriyono, ada kesalahan penempatan Menteri di Kabinet Indonesia Maju.
Hendropriyono menjelaskan bahwa secara individu, orang-orang yang dipilih oleh Jokowi dalam susunan kabinet memang memiliki kelebihannya masing-masing. Namun, Hendropriyono menilai bahwa ada beberapa orang yang ditempatkan di pos Kementerian yang kurang tepat.
"Ada yang baik sekali, ada yang lemah tapi bukan dalam arti kata individu, (tapi) dalam penempatan," terang Hendropriyono dilansir CNN Indonesia pada Sabtu (26/10). "Ada yang tempatnya enggak cocok dengan kepakarannya."
Selain itu, Hendropriyono menduga Jokowi memilih para Menterinya dengan dasar pemikiran segala sesuatu merupakan hasil kerja tim, bukan perorangan. Oleh sebab itu, Hendropriyono mengusulkan adanya satu mekanisme tata kerja antar-sektor, bahkan sub-sektor.
Sehingga kerja para Menteri tidak cukup hanya berdasarkan garis-garis kebijakan visi-misi Presiden dan Wakil Presiden saja. Pasalnya, Hendropriyono menilai penjabarannya tidak mudah. "Sehingga kerjaan saling bantu, saling mengisi itu betul-betul terealisasi di tataran operasional," tuturnya.
Meski demikian, Hendropriyono menilai bahwa kesalahan penempatan merupakan hal yang biasa dalam suatu organisasi. Ia juga menilai bahwa kabinet memerlukan satu metode yang baku tentang tata kerja.
"Mudah-mudahan kabinet ini bisa berjalan sempurna dengan kelebihan yang ada pada perorangan," jelas Hendropriyono. "Saya lihat bisa menutup kekurangan yang ada dari kesalahan penempatan."
Tak hanya itu, Hendropriyono juga menanggapi sejumlah gejolak yang muncul terkait Kabinet Indonesia Maju. Salah satunya adalah penunjukkan Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan.
"Dengan penempatan Prabowo di Kementerian Pertahanan, tentu saja itu fungsi bisa dijabarkan dalam pekerjaan yang lebih mumpuni oleh seorang Prabowo yang sudah sampai letnan jenderal berwawasan kebangsaan dan banyak tahu tentang ancaman, gangguan, hambatan yang dihadapi," terang Hendropriyono. "Gejolak pasti ada, tapi tidak apa-apa yang penting bisa diatasi, saya yakin itu bisa diatasi."
Selain itu, ia juga mengomentari penempatan Mahfud MD yang notabene merupakan seorang sipil sebagai Menko Polhukam. Ia menilai bahwa tidak ada yang salah dalam penempatan Mahfud tersebut.
"Iya, ini baru pertama kali Menko Polhukam dari sipil. Saya kira pemikiran presiden benar," pungkas Hendropriyono. "Polhukam itu kan politik hukum keamanan. Keamanan cuma satu, yang dua polhuk itu sipil. sudah tepat."
(wk/Bert)