Otak Pembunuhan yang Cor Jasad PNS PUPR Palembang Terancam Hukuman Mati
Nasional

Polisi telah menetapkan Yudi (50) sebagai otak pelaku pembunuhan PNS PUPR Aprianita (50) yang jasadnya di cor di TPU Kandang Kawat, Palembang. Yudi sendiri terancam hukuman mati karena kejahatannya tersebut.

WowKeren - Polisi telah menangkap dua orang pelaku pembunuhan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Aprianita (50) yang jasadnya dicor di Palembang, Sumatera Selatan. Salah satu dari pelaku tersebut adalah Yudi (50) yang merupakan teman dekat korban.

Polisi pun terus memeriksa kedua pelaku tersebut, hingga akhirnya pihak kepolisian mengatakan jika pelaku yang menjadi otak dalam pembunuhan ini terancam hukuman mati. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Yustan Alpiani.

"Kami sudah mendalami peran masing-masing pelaku yang ditangkap ini," ujar Yusatan di Mapolda Sumsel, Selasa (29/10). "Ada pelaku terancam hukuman mati, pelaku itu bernama Yudi."

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh kepolisian, Yudi adalah otak dari kasus pembunuhan ini. Ia bahkan mengajak ketiga temannya untuk turut mengeksekusi korban dan menguburnya di TPU Kandang Kawat, Palembang.


"Yudi awalnya siapkan uang Rp 15 juta untuk tiga orang. Rp 4 juta untuk Ilyas dan Rp 11 juta untuk yang tukang gali kubur ditambah 1,3 juta, Novi dan Amir," imbuh Yustan. Uang Rp 1,3 juta tersebut untuk membeli semen dan pemasangan patok.

Hal itu dilakukan agar tidak menimbulkan bau karena korban dikubur di makam lama yang digali ulang sekitar 30-50 cm. "Itu galiannya hanya 30-50 cm, jadi kalau tidak dicor, mereka takut bau," jelas Yustan. "Maka Novi ini minta uang lagi Rp 1,3 juta itu kepada Yudi dan besok harinya, 10 Oktober, baru dicor."

Sebelumnya telah diberitakan jika terjadi pembunuhan PNS Kementerian PUPR Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional di Palembang. Korban yang bernama Aprianita itu dikubur di TPU Kandang Kawat dan mayatnya dicor semen setelah dibunuh oleh pelaku.

Yudi yang menjadi otak dalam pembunuhan ini mengaku bahwa motifnya membunuh korban disebabkan persoalan utang bisnis jual-beli mobil. Diketahui jika Yudi sempat panik saat korban meminta uang yang dipinjamkannya ke pelaku sekitar Rp 200 juta.

Karena bisnis yang diakui oleh Yudi tersebut hanyalah palsu belaka, sedangkan uang Rp 200 juta yang dipinjamnya sudah habis. Sehingga ia akhirnya merencanakan pembunuhan tersebut pada 9 Oktober lalu.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait