Soal Kecelakaan Lion Air JT 610, Menhub Minta Boeing Tanggung Jawab ke Penumpang dan Maskapai
Nasional

Hasil investigasi Lion Air JT 610 telah diungkapkan oleh KNKT pada Jumat (25/10) lalu. Karena itu Menhub meminta agar Boeing bertanggung jawab ke penumpang dan maskapai soal peristiwa tersebut.

WowKeren - Hasil akhir dari investigasi kecelakaan Lion Air JT-610 yang jatuh di Tanjung Pakis, Karawang, 28 Oktober 2018 lalu telah diungkap oleh KNKT pada Jumat (25/10) lalu. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta agar Boeing bertanggung jawab kepada penumpang dan juga maskapai penerbangan akibat terjadinya kecelakaan tersebut.

“Yang tidak kalah penting, bagaimana Boeing memberikan suatu tanggung jawab baik kepada penumpang maupun airlines,” ujarnya di Jakarta, Kamis (31/10). Berdasarkan laporan investigasi kecelakaan, KNKT memberikan rekomendasi kepada 7 pihak terkait, di antaranya Lion Air, Boeing, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, FAA, Batam Aero Technic (BAT), Airnav Indonesia, dan Xtra Aerospace.

KNKT memberikan 6 rekomendasi keselamatan kepada Boeing. Di mana Boeing diharapkan bisa memperbaiki asumsi yang digunakan terkait assessment dalam membuat desain pesawat baru. Sedangkan Menhub sendiri mengaku jika pihaknya menjalankan rekomendasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait insiden terjatuhnya pesawat Lion Air tersebut.


“Jelas dari rekomendasi KNKT secara autokritik saya sampikan Kemenhub dan airlines harus melakukan improvement,” ujar Budi. Ia juga menambahkan jika maskapai juga perlu menjalankan rekomendasi yang diberikan oleh KNKT. Terutama soal peningkatan standar operasional (SOP).

“Yang paling jelas SOP. SOP yang harus dilakukan," katanya. "SOP itu harus dilakukan secara detail terhadap semua rekomendasi yang diberikan dari produsen. Cari atau rekomendasikan satu cara melakukan kegiatan-kegitan itu lebih konservatif."

Sebelumnya, KNKT telah melaporkan penyebab kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di Tanjung Pakis, Karawang, 28 Oktober 2018 lalu. KNKT pun merekomendasikan manajemen untuk mengelola masalah yang berulang untuk Lion Air.

Sementara Boeing diharapkan bisa memperbaiki asumsi yang digunakan terkait assessment dalam membuat desain pesawat baru. Seperti fitur Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS) yang baru terdapat pada pesawat Boeing 737-8 MAX misalnya, diperlukan asumsi yang tepat saat pilot mengalami masalah pada fitur tersebut.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait