Antre Urus Paspor Sampai Malam, 1 WNI Meninggal Dunia di Trotoar KBRI Kuala Lumpur
Nasional

WNI bernama Tamam bin Arsad itu meninggal dunia di trotoar KBRI Kuala Lumpur pada Kamis (31/10) pukul 19.20 waktu setempat. Kabar ini telah dikonfirmasi oleh Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemenlu, Judha Nugraha.

WowKeren - Antrean pelayanan paspor di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Malaysia, menyebabkan seorang warga negara Indonesia (WNI) meninggal dunia. WNI bernama Tamam bin Arsad tersebut merupakan pemegang KTP permanent resident alias penduduk tetap Malaysia.

Kabar tersebut dibagikan lewat unggahan Facebook milik aktivis HAM dari Migrant Care, Anis Hidayah, pada Jumat (1/11) pagi. Dalam unggahan tersebut, Anis menyebut bahwa mendiang Tamam meninggal dunia di trotoar KBRI Kuala Lumpur pada Kamis (31/10) pukul 19.20 waktu setempat.

"Pak Tamam memiliki riwayat jantung berdasar info dari keluarga. Antrian paspor di trotoar KBRI KL ini memang sejak lama menggelisahkan," tulis Anis. "Gmn tidak, sejak jam 12 siang teman-teman buruh migran sudah harus ngambil antrian dan antri hingga larut malam untuk dapat nomor dan menunggu u proses parsporan keesokan harinya. Mereka banyak yang datang dari jauh dan terpaksa menunggu di trotoar. Bisa dibayangkan angin malam menemani dan mengancam. Apalagi mereka yg datang seusai kerja dan lembur."


Menurut Anis, peristiwa yang dialami mendiang Tamam ini harus menjadi bahan evaluasi bagi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Dirjen Imigrasi, serta KBRI Kuala Lumpur. "Bagaimanya mestinya mekanisme antrian paspor harus dibangun secara lebih manusiawi. Diantara antrian itu jg banyak perempuan dengan usia senja. Turut berduka cita utk pak Tamam dan keluarganya. Semoga kepergian bapak tidak sia-sia. Mhn maaf," lanjut Anis.

Kabar ini telah dikonfirmasi oleh Koordinator Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Kuala Lumpur, Yusron B Ambary. "Betul, sewaktu dia lagi antri tiba-tiba collapse dan meninggal di tempat," tutur Yusron.

Sementara itu, Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemenlu, Judha Nugraha, menduga meninggalnya Tamam disebabkan oleh serangan jantung. Menurut Judha, setelah kejadian tersebut KBRI lantas segera menghubungi kepolisian setempat serta pihak keluarga.

"Diduga karena serangan jantung saat sedang mengantre layanan di KBRI Kuala Lumpur," pungkas Judha. "Berdasarkan data rekam medis yang disampaikan keluarga, polisi tidak melakukan otopsi dan jenazah telah diserahkan kepada keluarga. KBRI Kuala Lumpur membantu keluarga untuk pengurusan jenazah."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait