Petugas intake IPA Semanggi, Purnomo, mengatakan bahwa kondisi air di Sungai Bengawan Solo kali ini yang paling parah. Diduga sungai tercemar limbah industri alkohol di Sukoharjo.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 01 November 2019 - 15:15 WIB
WowKeren - Pencemaran yang terjadi di Sungai Bengawan Solo kian parah. Kabar terbaru menyebutkan kondisi air sungai tersebut berwarna hitam pekat.
Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh petugas intake IPA Semanggi, Purnomo. Purnomo menyebutkan, selain berwarna hitam pekat juga tercium bau alkohol dari sungai. Ia menduga bahwa sungai telah tercemar limbah industri alkohol.
"Kemarin lebih parah. Warnanya hitam pekat, baunya alkohol," kata Purnomo dilansir dari Detik, Jumat (1/11). "Diduga dari limbah industri alkohol di Sukoharjo. Sudah terjadi beberapa kali, tapi ini yang paling parah, karena sudah dua hari."
Limbah tersebut sejatinya dibuang ke Kali Samin Sukoharjo, namun kemudian mengalir ke Bengawan Solo karena terbawa air hujan. Tak hanya itu, ada sejumlah ikan yang mati di pinggir Bengawan Solo diduga karena limbah tersebut.
"Sebenarnya di Kali Samin itu kering, jadi limbahnya hanya mengendap," kata Kepala Urusan Produksi IPA Semanggi Basir masih dilansir dari Detik. "Tapi mungkin di Karanganyar hujan lalu mengalir ke Kali Samin, limbahnya ikut digelontor dan masuk Bengawan Solo."
Sementara itu, Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi Perumda Toya Wening, Bayu Tunggul mengatakan bahwa kualitas air Bengawan Solo di bawah baku mutu. "Kami masih harus mengambil sampel di intake IPA Jurug dan Jebres. Yang jelas kualitas air di bawah baku mutu," kata Bayu.
Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah mengatakan bahwa pencemaran aliran Sungai Bengawan Solo berbahaya. Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi (DLHK) Jawa Tengah, Teguh Dwi Paryono.
"Ada dua kasus yang sedang kita tangani," kata Teguh September lalu. "Awalnya itu PDAM Kabupaten Blora mengirimkan surat ke kami karena IPA mereka tidak efektif karena ada pencemaran di Bengawan Solo. Itu dua bulan lalu, sudah ditindaklanjuti."
(wk/zodi)