Boeing Siap Beri Kompensasi, Lion Air Lanjut Pesan 220 Unit 737 MAX 8
Nasional

Managing Director Lion Air Group Daniel Putut menuturkan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi dengan Boeing terkait kompensasi dan pihak Boeing pun menanggapinya secara positif.

WowKeren - Sejumlah maskapai di seluruh dunia masih mengandangkan armada Boeing 737 MAX 8 karena alasan keamanan, termasuk maskapai Lion Air. Lion Air sendiri saat ini tengah mengandangkan 10 unit Boeing 737 MAX 8.

Meski demikian, Lion Air mengaku telah membicarakan perihal kompensasi dengan pihak Boeing. Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh Managing Director Lion Air Group Daniel Putut.

"Kita tentunya tetap berkomunikasi sama pihak Boeing terhadap loss benefit-nya," kata Daniel di Tangerang, Jumat (1/11). "Terhadap pesawat-pesawat yang di-grounded, kita punya 10 pesawat."

Pembicaraan terkait kompensasi itu pun mendapat respons positif dari pihak Boeing. Daniel pun menyebutkan bahwa pihaknya juga telah menghitung kerugian untuk disampaikan ke Boeing. Dikatakannya, bentuk kompensasi tersebut bermacam-macam.


"Mereka sudah berniat baik memberikan kompensasi," tutur Daniel. "(Berupa) macam-macam mulai dari training, perawatan, loss opportunity, loss profit. Kompensasi untuk MAX saja yang di-grounded, sama yang kita pesan."

Akibat dikandangkannya sejumlah armada Lion Air menyebabkan maskapai tersebut merugi dari sisi pendapatan. Sebab, pesawat-pesawat yang dikandangkan tak hanya melayani penerbangan domestik, namun juga regional dan internasional. Kerugian yang timbul dari hal-hal semacam inilah yang diklaimkan Lion Air ke Boeing.

"Sampai dengan semua (aspek kerugian)," jelas Daniel. "Dari sisi operasional, maintenance, financial, kita sudah komunikasi dengan Boeing."

Dilansir dari CNBC Indonesia, saat ini Lion Air Group masih memiliki sisa pesanan pesawat Boeing 737 MAX 8. Total, Lion sudah memesan 220 unit jenis ini. Daniel menambahkan bahwa pesanan tersebut tidak akan dibatalkan. Sebab menurutnya, penting untuk menjaga komunikasi yang baik termasuk dengan Boeing.

"Kita sudah jalin komunikasi yang baik," ujar Daniel. "Belum sampai keputusan seperti itu (pengalihan dan pembatalan pesanan). Lebih baik kita menjaga hubungan baik kepada semua pihak."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts