Arie Kriting sebagai komedian juga ikut menanggapi kasus Melly Goeslaw yang murka dijadikan guyonan saat pesta Halloween. Ia menyebut kemurkaan Melly adalah sebuah hak asasi.
- Trias Rohmadoni Alandari
- Sabtu, 02 November 2019 - 17:28 WIB
WowKeren - Belakangan ini Melly Goeslaw menjadi sorotan karena murka saat MUA Bubah Alfian berdandan menjadi dirinya dalam Pesta Halloween yang digelar oleh Bunga Citra Lestari. Terkait hal tersebut, Bubah, Rossa serta Vidi Aldiano telah meminta maaf pada Melly. Mereka menegaskan sama sekali tidak ada maksud untuk menyinggung istri dari Anto Hoed itu.
Kasus Melly yang murka tersebut juga ikut ditanggapi oleh komika Arie Kriting. Pria bernama asli Satriaddin Maharinga Djongki ini menganggap wajar reaksi Melly yang murka. Arie menjelaskan sebagai seorang komedian, harus mempunyai alasan kuat saat membuat suatu guyonan tertentu.
"Kalau menurut saya itu adalah hak prerogatifnya Teh Melly juga dong," kata Arie saat ditemui oleh WowKeren di Epiwalk, Jakarta Selatan pada Sabtu (2/11). "Ketika bikin guyonan harus punya alasan kuat melakukan hal itu. Kan komedi ada 2 yaitu untuk mendeskritkan dan untuk sanjungan."
Kekasih Indah Permatasari ini mengaku tidak terlalu paham dengan kasus Melly yang murka tersebut. Arie menyebut bila guyonan tersebut tidak ada persetujuan dari yang bersangkutan maka wajar saja bila pelantun lagu "Gantung" itu murka.
"Kalau untuk kasusnya Teh Melly sih saya enggak tahu itu ada persetujuan dari Teh Melly atau enggak," sambung Arie. "Kalau enggak ada persetujuan dari Teh Melly wajar sih kalau misalnya ada salah kaprah gitu."
Walau begitu, Arie mencoba untuk memahami maksud dari para rekan artis yang menjadikan Melly sebagai guyonan. Ia menyebut mungkin mereka bermaksud ingin menyanjung Melly.
"Sementara pelakunya sendiri mungkin sebenarnya menyanjung karena kagum pada Teh Melly sebagai ikon budaya Indonesia hingga akhirnya melakukan hal seperti itu," papar Arie. "Cuma mungkin pendekatannya adalah komedi."
Lebih lanjut, Arie menjelaskan bahwa komunikasi sangat penting dilakukan sebelum membuat suatu guyonan. Seperti halnya dirinya sendiri sebagai komedian yang selalu meminta izin pada yang bersangkutan sebelum membuat lelucon.
"Pendekatannya salah, jadi itulah menurut saya pentingnya komunikasi," kata Arie. "Kalau misalnya mau melakukan hal seperti itu kami (komedian) itu ibaratnya di panggung itu kelihatan gontok-gontokan tapi sebelumnya kita izin dulu, harus ada persetujuan dulu."
(wk/tria)