Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jawa Barat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kementerian Keuangan pada Senin (4/11) pagi untuk menolak kenaikan cukai rokok.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 04 November 2019 - 14:25 WIB
WowKeren - Kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah tak selalu bisa diterima oleh semua pihak. Termasuk langkah pemerintah untuk menaikkan cukai rokok. Tak sedikit pihak yang melayangkan protes terkait kebijakan ini.
Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jawa Barat bahkan rela mendatangi kantor Kementerian Keuangan untuk menyampaikan aspirasi mereka. Dilansir dari Detik, ada sekitar 400 massa yang merupakan kelompok petani tembakau menggelar unjuk rasa untuk menolak kenaikan cukai rokok.
"Ada sekitar 8 bus," ungkap IPTU Suryansyah yang berjaga di sekitar lokasi kepada dilansir dari Detik, Senin (4/11). "Kurang lebih 400 orang mulai berkumpulnya pukul 9.15 WIB."
Untuk memastikan agar aksi unjuk rasa tersebut berjalan aman, sejumlah personel aparat turut dikerahkan. Mereka berjumlah 250 personel yang merupakan gabungan dari kepolisian Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Pusat, dan Polsek Sawah Besar.
Massa aksi unjuk rasa tersebut melayangkan protes terhadap Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 222 tahun 2017 tentang Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBH CHT). Tak hanya itu, poin lain yang juga akan disampaikan terkait PMK nomor 152 tahun 2019 tentang kenaikan cukai hasil tembakau dan harga jual eceran (HJE).
Sebelumnya, salah satu produsen rokok terbesar Tanah Air, PT HM Sampoerna Tbk, menilai bahwa kebijakan pemerintah untuk menaikkan cukai rokok kurang tepat. Sebab, hal itu justru akan menimbulkan ketidakpastian dalam dunia usaha.
"Perumusan kebijakan publik yang baik memerlukan kolaborasi, transparansi, dan perencanaan," kata Direktur Urusan Eksternal HM Sampoerna Elvira melalui keterangan tertulis, Selasa (29/10). "Jika tidak, perubahan kebijakan tarif cukai hasil tembakau yang drastis ini akan menciptakan ketidakstabilan dalam industri yang menyerap sekitar enam juta tenaga kerja."
Tak hanya itu, Elvira juga menilai bahwa sistem cukai rokok di Indonesia adalah salah satu yang paling rumit di dunia. "Dan memiliki celah yang menyebabkan tujuan atas kenaikan cukai menjadi tidak optimal," lanjutnya.
(wk/zodi)