Penebangan Pohon Cikini Dianggap Langgar Komitmen Pemprov DKI
Nasional

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan akan mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 30 persen pada 2030 mendatang namun penebangan pohon justru akan menghambatnya.

WowKeren - Penebangan pohon besar di sepanjang trotoar Cikini masih menjadi perbincangan. Tak sedikit warga yang menyayangkan keputusan Pemkot yang menebang pohon sumber kerindangan tersebut.

Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) menilai bahwa penebangan pohon besar jenis Angsana tersebut bertolak belakang dengan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selama ini. Pemprov DKI sendiri menggaungkan komitmen untuk melindungi iklim dengan cara mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 30 persen hingga 2030 nanti.

Penebangan pohon yang menjadi sumber oksigen justru akan meningkatkan suhu di jalanan kota. Hal itu juga sebelumnya sempat dikeluhkan oleh para pengguna jalan yang tak lagi merasakan kenyamanan saat melintas di trotoar karena sudah tak ada lagi pohon yang menaungi mereka.

"Jelas bahwa penebangan-penebangan pohon tersebut kontradiktif dengan komitmen pemerintah," kata Direktur Eksekutif KPBB Ahmad Safrudin dilansir dari Republika, Selasa (5/11). "Untuk menurunkan emisi gas rumah kaca, menurunkan temperatur iklim lokal dan memerangi peningkatan suhu kawasan kota."


Pemerintah Jakarta sendiri tengah menargetkan tersedianya 20 persen ruang terbuka hijau di kawasan ibu kota pada 2030 nanti. Saat ini, target tersebut baru tercapai 9,4 persennya saja. Oleh sebab itu, pemerintah dinilai tak seharusnya menebangi jumlah pohon yang justru akan memperlambat pencapaian target tersebut.

Keberadaan pohon-pohon yang rindang di jalanan ibu kota tak hanya mampu memberikan pasokan oksigen, namun juga mengurangi emisi gas rumah kaca. Tak hanya itu, pohon-pohon hijau juga akan sangat "berjasa" menyerap gas-gas polutan yang marak di perkotaan.

Pemkot Jakarta Pusat sebelumnya menyebut bahwa penebangan pohon angsana di trotoar Cikini adalah sebagai langkah antisipasi. Usia pohon yang tua membuatnya rapuh sehingga dikhawatirkan akan membahayakan keselamatan pemakai jalan raya.

Terkait hal ini, pria yang akrab disapa Puput tersebut mengatakan bahwa ada alternatif lain yang tak harus menebang pohon. "Risiko batang tumbang dan cabang patah sebenarnya bisa diantisipasi dengan pemangkasan dahan secara teratur," kata Puput.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait