1 Polisi Jadi Tersangka Tewasnya 2 Mahasiswa Kendari, Ngaku Cuma Lepas Tembakan Peringatan
Nasional
Rusuh Demo Mahasiswa

Polri akhirnya menetapkan seorang tersangka atas kasus kematian dua orang mahasiswa saat demo di Kendari beberapa waktu lalu. Menurut keterangan polisi, pelaku hanya melepas tembakan untuk peringatan saat kericuhan terjadi.

WowKeren - Polisi telah melakukan penyelidikan untuk menuntaskan kasus tewasnya dua mahasiswa saat demonstrasi besar-besaran di Kendari, Sulawesi Tenggara pada akhir September 2019 lalu. Dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) yang tewas itu adalah Randi (21) dan Yusuf Kardawi (19).

Jika sebelumnya polisi telah meringkus 6 orang petugas yang mengamankan demo karena diduga melanggar standard operational procedure dengan menggunakan senjata api. Kali ini polisi telah menetapkan seorang pelaku dari keenam terduga tersebut.


Adalah Brigadir Abdul Malik yang statusnya ditingkatkan menjadi tersangka. Menurut keterangan Polri, pelaku melepaskan tembakan sebagai peringatan saat terjadi bentrok di DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra). Namun ia dianggap lalai sehingga menyebabkan seorang mahasiswa tewas akibat tembakan tersebut.

"Itu spontan (Brigadir AM) memberikan tembakan peringatan tapi tidak memperhitungkan keselamatan," ucap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat (Karopenmas Divisi Humas) Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (8/11).

Di samping itu, ditemukan fakta jika keenam anggota polisi lain yang membawa senjata api rupanya tak terbukti melakukan pelanggaran pidana, melainkan hanya soal disiplin. "Pembuktian ilmiah sementara ini menunjukkan baru 1 tersangka, Brigadir AM yang terbukti melakukan pelanggaran pidana," terang Brigjen Dedi.

Sekedar informasi, Brigadir Abdul Malik ditetapkan sebagai tersangka di balik kasus kematian Randi. Sedangkan untuk kasus Yusuf, masih ditangani oleh Subdit II Direktorat Kriminal Umum Polda Sultra.

Sebelumnya, tim gabungan dokter forensik telah melakukan autopsi kepada kedua korban. Mereka memastikan jika Randi tewas karena terkena tembakan senjata api.

Ketua Tim Forensik dr Raja Alfatih Widya yang melakukan autopsi juga membenarkan jika terdapat lubang pada dada Randi akibat tembakan. Untuk Yusuf ditemukan luka di kepala yang membuatnya tewas saat melakukan demonstrasi.

You can share this post!

Related Posts