Gerah 'Rangkulan' Surya Paloh Dicurigai, NasDem Singgung Kemesraan PDIP dan Gerindra
Nasional

Kala memberi sambutan di pembukaan Kongres II Partai NasDem pada Jumat (8/11) malam, Surya Paloh sempat berbicara soal momen 'rangkulan' yang menyulut kecurigaan.

WowKeren - Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, sempat berbicara soal momen "rangkulan" yang menyulut kecurigaan. Hal ini disampaikan Paloh kala memberi sambutan di pembukaan Kongres II Partai NasDem pada Jumat (8/11) malam.

"Tingkat diskursus politik yang paling picisan di negeri ini, hubungan, rangkulan, tali silaturahmi, dimaknai dengan berbagai macam tafsir dan kecurigaan," ujar Paloh di mimbar Kongres. "Sehingga ketika kita berkunjung pun ke kawan, mengundang kecurigaan. Ini bangsa model apa seperti ini?"


Paloh memang tidak secara spesifik menjelaskan momen rangkulan apa yang dimaksudnya. Namun, belakangan ini isu rangkulan Paloh dengan Presiden PKS Sohibul Iman ramai dibahas. Momen rangkulan Paloh dan Sohibul bahkan sempat disinggung Presiden Joko Widodo di HUT ke-55 Partai Golkar pada Rabu (6/11).

Pidato Paloh tentang "rangkulan" tersebut lantas dijelaskan oleh Partai NasDem. Ketua DPP NasDem, Irma Suryani Chaniago, pun menyinggung soal kemesraan PDIP dengan Gerindra.

"Ayolah kita bangun kepercayaan satu dengan yang lainnya, jangan lagi saling curiga karena kami melihat, ketika PDIP membawa Gerindra, toh kami juga tidak protes. Karena itu bagian dari niat baik Pak Presiden dan niat baik Prabowo Subianto bersama-sama membangun bangsa ini menjadi lebih baik," terang Irma pada hari ini (9/11). "Kenapa kemudian ketika kita berkomunikasi dengan PKS untuk bisa juga dengan menjadi partner konsultif menjadi masalah."

Menurut Irma, Paloh tidak mencurigai siapa pun kala berbicara soal "rangkulan" itu. Ia pun kembali menegaskan bahwa silaturahmi Paloh dan Sohibul tidak perlu dipersoalkan lagi.

"Kalau kita mengatakan diri kita ini sebagai partai yang nasionalis, partai yang Pancasilais, seharusnya enggak usah curiga, seharusnya enggak usah ribut dengan silaturahim," ujar Irma. "Itu apa sih yang dicurigai dari silaturahim itu, toh semua publik lihat dan kesepakatan yang dilakukan dengan PKS pun disebarkan ke publik. Terus apa lagi yang mau dicurigai? Enggak ada. Jadi, ayo kita bangun kepercayaan satu dengan yang lainnya, jangan lagi silang pendapat."

Selain itu, Irma juga menegaskan bahwa NasDem akan mendukung Presiden Jokowi hingga akhir jabatannya pada 2024 mendatang. Irma juga menyebut bahwa NasDem tidak akan membangun poros baru.

"Sebenarnya itu kenapa harus curiga? Kenapa harus di-framing bahwa seolah-olah kami ingin berada di luar, seolah-olah kami membangun poros baru. Ini pilpres saja baru selesai," pungkas Irma. "Kan enggak mungkin namanya NasDem itu, yang mendukung presiden tanpa sarat dan mahar dari 2014, mau meninggalkan yang sudah kita menangkan begitu saja. Itu pekerjaan bodoh, pekerjaan sia-sia dan bodoh, enggak mungkin itu kita lakukan."

You can share this post!

Related Posts
Loading...