Kemendag Akui Belum Temukan Importir Cangkul Ilegal Asal Tiongkok
Nasional

Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah melakukan investigasi terkait impor cangkul ilegal yang diduga berasal dari Tiongkok. Namun, hingga saat ini Kemendag masih belum mengantongi nama pengusaha importir cangkul ilegal tersebut.

WowKeren - Presiden Joko Widodo kembali mengungkapkan kekesalannya dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengadaan Barang dan Jasa 2019, Rabu (6/11) lalu. Pasalnya, ia menyoroti banyaknya impor cangkul yang dilakukan Indonesia.

Hal ini membuat Kementerian Perdagangan memberikan tanggapannya. Mereka menduga jika impor cangkul tersebut telah dilakukan secara ilegal.

Untuk itu Kemendag terus melakukan investigasi. Sayangnya, hingga kini Kemendag masih belum mendapatkan data detail terkait identitas pengusaha yang diduga melakukan impor cangkul secara ilegal. "Kami belum ada laporan detail," ucap Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Rabu (13/11).

Padahal sebelumnya kemendag menemukan ribuan impor cangkul ilegal di Surabaya, Jawa Timur, Tangerang, dan Banten. Cangkul-cangkul tersebut diduga masuk dari Tiongkok.


Meski masih belum menemukan identitas perusahaan yang melakukan impor secara ilegal, Agus mengatakan jika pihaknya siap memberikan rekomendasi pencabutan izin usaha terhadap perusahaan-perusahaan tersebut. "Apabila ada yang melanggar ya kami cabut. Izinnya yang melanggar (aturan) itu kami cabut," tegasnya.

Sementara itu, Dirjen Perlindungan Konsumen & Tertib Niaga (PKTN) Kemendag Veri Anggrijono menduga pemerintah bisa 'kebobolan' impor cangkul ilegal lantaran kekurangan pengawas di lapangan. Namun, ia masih menyelidiki detail terkait fenomena tersebut.

"Mungkin ini bisa karena dampak post border, tapi ini sedang kami dalami," katanya. "Tapi pelaku usaha ilegal kan memang masuknya dari mana saja tidak tahu."

Ditukip dari CNNIndonesia, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) periode 2015-2019, Indonesia setiap tahunnya selalu mengimpor cangkul dan garukan kebun. Bahkan pada Januari-September 2019, impor cangkul dan garukan kebun mencapai 268,26 ton atau melonjak hampir 3,5 kali lipat dari periode yang sama tahun lalu, 78,1 ton.

Selama sembilan bulan pertama dalam tahun ini telah diperkirakan impor perkakas tersebut mencapai USD 101,69 ribu atau melonjak tiga kali lipat dari periode yang sama tahun lalu, USD 33,89 ribu.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait