Ribuan Bangkai Babi Dibuang ke Sungai, Polisi Gandeng Pemda Telusuri Pelaku
Nasional

Pakar penyakit tropik dan infeksi Restuti Hidayani mengungkapkan bahwa pembuangan bangkai babi ke sungai bisa menyebabkan pencemaran air yang berpotensi menimbulkan risiko infeksi pada manusia.

WowKeren - Ratusan bangkai babi ditemukan di Sungai Bedera dan Danau Siombak Sumatera Utara. Menindaklanjuti hal ini. Polda Sumatera Utara melakukan penyelidikan untuk mencari pelaku pembuangan bangkai-bangkai tersebut.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan mengatakan saat ini tim gabungan tengah melakukan penelusuran berdasarkan arus sungai. Tim akan mencari tahu apakah ada peternakan babi di sekitarnya. "Kalau untuk di daerah Kota Medan itu masih kita telusuri dari arus sungai, namun sejauh ini belum ditemukan," kata Tatan dilansir dari Republika, Jumat (15/11).

Dikatakannya, polisi juga telah melakukan koordinasi dengan kabupaten-kabupaten tetangga. Sebab tak menutup kemungkinan ada peternakan babi di sana. Sehingga tim tersebut pun juga akan memperluas area pencarian.

"Jadi tidak menutup kemungkinan daerah-daerah kabupaten tetangga," lanjut Tatan. "Ini juga kami masih koordinasi dengan wilayah tetangga."


Untuk menelusuri dari mana bangkai-bangkai babi tersebut berasal, polisi bekerjasama dengan Pemerintah Daerah setempat. “Di lapangan tim kami melibatkan unsur terkait, seperti dinas dari Pemda Kota Medan, tapi kalau dalam penyelidikannya tetap polisi,” ujarnya.

Masih dilansir dari Republika, tercatat ada 5.800 ekor babi dilaporkan mati dari 11 kabupaten di Medan. Bangkai babi dikhawatirkan bisa memicu penyakit infeksi. Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh dosen Divisi Penyakit Tropik dan Infeksi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU), dr Restuti Hidayani Saragih.

"Selain mencemari lingkungan juga dianggap dapat mencemari kualitas dari air sungai," kata Restuti. "Sehingga dikhawatirkan berpotensi memicu penyakit infeksi yang bisa menjangkiti manusia."

Pada dasarnya, virus hogcholera atau classical swine fever (CSF) tidak akan menular dari babi ke manusia. Meski demikian, bangkai-bangkai babi yang dibuang tersebut bisa mencemari sungai. Pencemaran air inilah yang berpotensi menjadi sumber penyebab infeksi lain pada manusia. "Seperti diare, demam, penyakit kulit, dan lainnya. Terutama pada warga di sekitar aliran sungai," tambah Restuti.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts