'Bersih-Bersih' Pasca Bom Medan Berlanjut, Bendahara dan Perakit Diringkus
Nasional
Teror Bom Polrestabes Medan

Polisi terus melakukan penyisiran untuk mengusut tuntas peledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan pada Rabu (13/11) pekan lalu. Yang terbaru, sebanyak 3 tersangka kembali diringkus aparat berwajib.

WowKeren - Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri terus melakukan penyisiran terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Kekinian sebanyak 46 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam insiden tersebut.

Tak berhenti sampai di situ, penyelidikan kepolisian pun terus berlanjut. Kali ini dikabarkan Densus 88, yang bekerja sama dengan Polda Sumatera Utara, meringkus tiga tersangka baru yang berkaitan dengan kasus itu.

Ketiga orang yang diringkus adalah C, P, dan HI. C berperan sebagai bendahara, sedangkan P dan HI memiliki kemampuan merakit bom.

"Hari ini ada tiga orang yang kita tangkap," jelas Kapolda Sumut, Irjen Agus Andrianto, Senin (18/11). "Yakni C selaku bendahara kelompok ini diserahkan oleh Kepling, sementara P dan HI kita ringkus di Belawan."

Terkait dengan tertangkapnya bendahara dalam kelompok tersebut, babak baru penyelidikan pun dimulai. Polisi mengaku akan mendalami aliran dana yang diterima oleh kelompok tersebut.


"Aliran uang ke bendahara, masih didalami," terang Agus seperti dilansir dari CNN Indonesia pada Senin (18/11). "Hasil penyelidikan akan kita ketahui dari mana sumbernya, bagaimana mekanisme kegiatan itu."

Di sisi lain, masyarakat yang membantu kepolisian dengan menyerahkan tersangka akan diberikan penghargaan atau reward. Sedangkan petugas yang terluka diusulkan akan naik pangkat.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, mengklaim para tersangka merupakan bagian dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah. Menurut Dedi, memang sengaja menyasar kantor kepolisian dalam melakukan aksi teror.

"Mereka menyasar kantor polisi dan aparat kepolisian," kata Dedi. "Yang sudah melaksanakan tugas di lapangan."

Lantas dendam ini dilatarbelakangi apa? Menurut Dedi, menuturkan kelompok tersebut diduga memiliki dendam karena rentetan aksi penangkapan teroris, termasuk peringkusan di Sibolga beberapa waktu lalu.

"Mereka merasa terusik, mereka merasa terganggu," pungkas Dedi. "Mereka akan lakukan balas dendam."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts