Usai Satu Minggu Diangkat, Inilah PR Dari Jokowi Untuk Stafsus Milenial
Instagram/kemensetneg.ri
Nasional

Usai diangkat seminggu yang lalu, Presiden Jokowi rupanya sudah memberi dua tugas kepada tujuh orang staf khususnya yang berasal dari kalangan milenial. Inilah duga tugas yang harus dikerjakan para stafus muda itu.

WowKeren - Pada Kamis (21/11) pekan lalu, Presiden Joko Widodo memperkenalkan para staf khusus (stafus) presiden yang berasal dari para anak muda sukses. Ketujuh stafus tersebut kemudian disebut sebagai "Stafus Milenial" itu tak harus bekerja full time dan hanya bertemu dengan Presiden Jokowi beberapa kali dalam seminggu.

Usai diperkenalkan pekan lalu, kini ketujuh stafus milenial itu ternyata telah dititipi sebuah tugas oleh Presiden Jokowi. Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu stafus milenial, yakni Aminuddin Ma'ruf.

Aminnudin mengatakan bahwa pekerjaan rumah pertama yang diberikan oleh Presiden Jokowi itu adalah terkait kartu pra kerja. Tugas ini sudah diberikan tak lama setelah ketujuh stafus milenial itu diperkenalkan ke publik. "Minggu kemarin kita ditugaskan untuk membantu merumuskan inovasi dan kreativitas di kartu pra kerja," kata Aminuddin pada Kamis (28/11).

Kartu Pra Kerja sendiri diketahui merupakan kartu yang dijanjikan Jokowi pada kampanye pilpres 2019. Kartu tersebut berfungsi untuk membantu pengangguran dalam mencari dan mendapatkan pekerjaan.

Namun, mantan Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu belum mau mengungkapkan inovasi dan kreativitas apa yang sudah dirumuskan para stafus milenial untuk program andalan Jokowi ini. Ia menyebut bahwa hal itu akan diketahui saat kartu tersebut resmi diluncurkan.


Selain itu, ketujuh stafus tersebut juga sudah diberi tugas oleh Jokowi untuk merumuskan bagaimana ideologi dan nilai-nilai Pancasila dapat diterima oleh anak-anak muda. Akan tetapi, Aminuddin mengaku belum bisa bicara banyak soal ini karena tugas tersebut baru saja diberikan.

Untuk mengerjakan tugas baru tersebut, ketujuh stafus milenial itu akan segera bertemu untuk berdiskusi. "Tujuh orang ini memang secara kolektif kolegial berkolaborasi terutama dalam bidang-bidang yang memang ditugaskan," kata Aminuddin.

Sebelumnya, penunjukkan stafus tersebut sempat menuai berbagai kritikan. Wakil Ketua Umum Partai Gelora yakni Fahri Hamzah sempat menuturkan bahwa kemungkinan stafus milenial ini difungsikan oleh presiden sebagai semacam 'etalase'.

"Mungkin juga fungsinya dibuat lain, mungkin semacam etalase," kata Fahri. "Kalau bahasa umumnya, sebenarnya bisa dianggap sebagai duta dari anak-anak muda dan milenial yang oleh presiden dianggap punya keahlian tertentu, prestasi tertentu, untuk dikomunikasikan."

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal DPP PAN Saleh Partaonan Daulay menyebutkan bahwa penambahan stafus ini akan semakin membuat gemuk birokrasi di lingkungan istana. "Silakan dinilai sendiri, apakah itu efisien atau tidak," kata Saleh.

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait