Persatuan Senam Indonesia (Persani) membantah isu pelatih coret atlet SEA Games karena tak perawan, namun dengan tegas tetap akan menyelidiki kasus ini.
- Ruth Meliana
- Sabtu, 30 November 2019 - 10:21 WIB
WowKeren - Atlet senam artistik Shalfa Avrila Siani sedang menjadi perbincangan publik usai mengaku dipulangkan paksa dari acara SEA Games 2019 lantaran dituduh sudah tidak perawan oleh pelatihnya. Persatuan Senam Indonesia (Persani) lantas angkat bicara mengenai kasus kontroversial ini.
Pengurus Besar Persani Ita Yualita membantah jika Shalfa didiskualifikasi karena sudah tidak perawan. Menurut Ita, pencoretan Shalfa sendiri murni karena penurunan prestasi jelang pegelaran SEA Games 2019.
"Semua berdasarkan hasil kejurnas, promosi-degradasi, control training, dan performa atlet," ujar Ita pada saat konferensi persi di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jumat (29/11). "Dilakukan control training dari PB Persani ke pelatnas. Shalfa penurunannya cukup signifikan sekitar 1,4, dan satu saja penurunan itu sudah sangat signifikan."
Penurunan prestasi ini membuat Shalfa dicoret untuk mewakili Indonesia dan menggantikannya dengan atlet lain yakni Yogi. Menurut keterangan Ita, Yogi diberangkatkan lantaran memiliki prestasi dua emas, satu perak, dan dua perunggu di Kejuaraan Nasional (Kejurnas).
"Jelang entry by name kami gelar Kejurnas pada November. Hasilnya, prestasi Shalfa menurun drastis jadi ranking 37. Sedangkan Yogi ranking tiga," jelas Ita. "Jadi dengan demikian PB melihat potensi Yogi untuk dimasukkan ke dalam tim SEA Games lebih memungkinkan karena kami sangat memperhatikan prestasi atlet."
Walau begitu, Ita mengaku pihaknya tetap akan terus menyelidiki kasus yang menimpa Shalfa. Kini pihak Persani masih akan meminta keterangan langsung dari sang pelatih yang telah menuduh Shalfa sudah tidak perawan.
Ita menyatakan jika Persani memiliki aturan yang sangat tegas terkait dengan pelanggaran berat termasuk pelecehan seksual. Oleh sebab itu jika terbukti sang pelatih memberikan pernyataan tersebut, maka itu dikategorikan sebagai pelecehan seksual sehingga pihak Persani akan memberikan sanksi tegas mereka terhadap yang bersangkutan.
"Kami (Persani) diatur di internasional. (Aturan) sangat ketat bagi para pelatih. Diatur (pula) perilaku pelatih ke atlet," tegas Ita. "Kalau atlet merasa pelatih melakukan pelecehan seksual, pelatih bisa kena sanksi. Pelatih tidak boleh abuse (melakukan pelecehan) kata-kata maupun perbuatan."
Maka Persani sedang menunggu penjelasan dari jajaran pelatih pelatnas SEA Games yang saat ini dijabat oleh Indra Sibarani terkait permasalahan keperawanan atlet ini. Persani memberikan tenggat waktu pada Indra untuk mengklarifikasi hingga pagelaran SEA Games 2019 cabang senam ini selesai dipertandingkan.
"Pak Indra (Sibarani) minta waktu sampai kompetisi (SEA Games 2019) selesai dan akan kembali tanggal 5 (Desember)," kata Ita. "Kami harus dengar dari tim pelatih sebelum ke keluarga. Kami tidak ingin berpolemik. Pada saatnya kami akan konfirmasi."
(wk/lian)