Wakil presiden Ma'ruf Amin mencontohkan tarif PDAM yang diberlakukan di Jakarta dan juga Depok yang hanya berkisar Rp 7 ribu per kubiknya. Bahkan di Bogor, hanya Rp sebesar Rp 4.500.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 03 Desember 2019 - 12:26 WIB
WowKeren - Wakil Presiden Ma'ruf Amin ikut menyoroti tarif air yang ditetapkan Perusahaan Daerah Air Minum. Menurutnya, tarif PDAM selama ini terlalu rendah.
Ia mencontohkan tarif PDAM yang diberlakukan di Jakarta dan juga Depok yang hanya berkisar Rp 7 ribu per kubiknya. Bahkan di Bogor, tarif itu jauh lebih rendah.
"Saya mendengar bahwa tarif yang diterapkan oleh PDAM masih sangat rendah," kata Ma'ruf di Jakarta, Senin (2/12). "Sebagai contoh tarif air bersih yang diberlakukan oleh PDAM Jakarta dan Depok hanya Rp 7.000 per meter kubiknya. Di Bogor bahkan hanya Rp 4.500."
Menurutnya, tarif air bersih yang diberlakukan di sejumlah daerah acap kali tidak didasarkan pada kriteria ekonomis. "Tarif PDAM per meter kubik di berbagai daerah seringkali tidak ditentukan berdasarkan kriteria ekonomis, tetapi populis, dan kadangkala politis," tambah Ma'ruf.
Hal semacam inilah yang membuat PDAM merugi. Dikatakannya, PDAM bahkan mengalami kerugian hingga 40 persen. Tak lain tak bukan, alasannya karena perusahaan tersebut memberlakukan tarif di bawah nilai full cost recovery (FCR).
Akibatnya, PDAM belum bisa meningkatkan daerah jangkauannya secara lebih luas. Sehingga masih ada tempat-tempat yang belum terjangkau oleh pelayanan PDAM. Daerah dengan kondisi semacam ini mau tidak mau harus mengandalkan air minum dalam kemasan untuk memenuhi kebutuhan minum sehari-hari.
Oleh sebab itu, Ma'ruf berharap agar ke depannya, PDAM lebih bisa menetapkan tarif dengan mempertimbangkan nilai ekonomis. Dengan begitu, perusahaan air minum tersebut bisa meningkatkan daerah cakupannya sehingga masyarakat bisa ikut merasakan manfaatnya. Ia yakin hal tersebut bisa dilakukan melalui tata pengelolaan yang baik dengan adanya kerja sama antara pemerintah dengan pihak lain.
"Saya meyakini, melalui pengaturan dan pengelolaan yang baik, penyediaan air minum aman melalui SPAM (sistem penyediaan air minum) untuk masyarakat dengan skema kerja sama investasi pemerintah dengan pihak lain secara keekonomian dapat dilakukan," ujar Ma'ruf. "Hal ini dapat menjadi solusi perluasan cakupan layanan air minum yang aman bagi masyarakat."
(wk/zodi)